Shopping Cart

Apa yang Hidup di Kasur Anak Setelah Berbulan-bulan Dipakai

Posted by HydroClean Indonesia on
Apa yang Hidup di Kasur Anak Setelah Berbulan-bulan Dipakai
HC Tim HydroClean
Diperbarui Edukasi keluarga
  • Bahaya tungau untuk anak
  • Kasur anak
  • Alergen rumah
  • Asma anak

Poin Penting

  • Tungau debu memakan serpihan kulit mati manusia. Kasur menyediakannya setiap malam.
  • Yang memicu alergi bukan tungaunya, melainkan protein di kotoran, urin, dan sisa tubuhnya.
  • Boneka kain ikut menyimpan alergen. EPA menyebutnya secara eksplisit dan menyarankan memilih boneka yang bisa dicuci.
  • Suhu dingin bisa membunuh tungau, tapi Mayo Clinic menegaskan cara itu tidak menghilangkan alergennya.

Apa yang sebenarnya menumpuk di sana?

Serpihan kulit mati

Setiap orang melepaskan sel kulit sepanjang hari. Sebagian besar jatuh di tempat kita berbaring paling lama. Ini makanan utama tungau debu.

Keringat dan kelembaban

Tubuh anak mengeluarkan keringat sepanjang malam, dan sebagian meresap ke dalam busa. Kelembaban inilah yang membuat tungau bisa bertahan, karena mereka menyerap uap air dari udara, bukan minum.

Tungau debu

Ukurannya mikroskopis. Anda tidak akan pernah melihatnya, dan mencari titik hitam bergerak di permukaan kasur adalah cara yang keliru untuk menilai.

Protein alergen

Bagian yang paling sering salah dipahami. American Lung Association menuliskan bahwa orang yang alergi bereaksi terhadap protein yang terhirup, yang berasal dari kotoran, urin, atau sisa tubuh tungau yang membusuk. Bukan dari tungau hidupnya.

Perbedaan ini mengubah cara berpikir soal pembersihan. Membunuh tungau memutus populasi baru. Mengangkat protein alergen mengurangi apa yang dihirup anak Anda malam ini.

Kenapa membunuh tungau saja tidak cukup?

Mayo Clinic memberi contoh yang sangat jelas soal ini. Untuk boneka atau barang yang tidak bisa dicuci, mereka menyarankan pembekuan, lalu menambahkan bahwa pembekukan barang selama 24 jam dapat membunuh tungau. Tapi cara itu tidak akan menghilangkan alergennya.

Setelah dibekukan, bangkai dan kotoran tungau tetap ada di dalam serat. Barangnya masih harus dicuci untuk benar benar menghilangkan protein pemicunya.

Prinsip yang sama berlaku untuk semua metode yang bekerja dengan cara membunuh: menjemur, menyemprot, memanaskan. Semuanya menyelesaikan setengah pekerjaan.

Seberapa besar kaitannya dengan asma anak?

Apakah tungau memperberat asma yang sudah ada?

Ya, dan ini diakui resmi. US EPA menuliskan: "Body parts and droppings from dust mites can trigger asthma in individuals with allergies to dust mites." CDC lewat ATSDR menyebut sensitisasi terhadap tungau debu rumah sebagai faktor risiko penting untuk eksaserbasi asma. AAFA menyebut tungau debu salah satu pemicu paling umum alergi sepanjang tahun dan asma alergi.

Apakah paparan tungau membuat anak sehat jadi mengembangkan asma?

EPA memang menuliskan bahwa paparan tungau debu dapat menyebabkan asma pada anak yang sebelumnya belum menunjukkan gejala asma. Studi prospektif klasik yang terbit di New England Journal of Medicine juga menemukan kaitan antara paparan alergen tungau dosis tinggi pada anak berisiko dengan munculnya asma dan mengi.

Tapi sejumlah studi kohort lain tidak menemukan hubungan itu. Beberapa penelitian melaporkan tidak ada kaitan antara paparan tungau di masa bayi dengan munculnya asma pada usia tiga atau delapan tahun.

Kesimpulannya, kaitan tungau dengan memburuknya asma memang ada, tapi kaitan dengan munculnya asma masih diperdebatkan. Tidak ada lembaga kesehatan besar yang menyatakan secara tegas bahwa paparan tungau menyebabkan asma.

Berapa banyak anak asma yang sensitif terhadap tungau?

CDC lewat modul ATSDR mengutip studi di Inggris yang menemukan 80 persen anak sekolah dengan asma menunjukkan hipersensitivitas kulit terhadap tungau debu, dibanding 30 persen pada kelompok pembanding.

Studi lain di populasi berbeda melaporkan angka sensitisasi mulai dari sekitar 40 sampai 85 persen, bergantung pada lokasi, kelompok usia, dan metode pemeriksaan.

Perlu ditegaskan bahwa angka-angka ini berasal dari studi individual di populasi tertentu, bukan pernyataan konsensus global. 

Tungau di soft furniture, tapi bukan cuma kasur

EPA menyebutkan daftar tempat tungau banyak ditemukan. Ternyata bukan hanya di kasur, tapi di soft furniture lainnya juga seperti bantal, karpet, furnitur berlapis kain, penutup tempat tidur, pakaian, boneka berbulu, kain, dan barang berlapis kain lainnya. 

Boneka kain layak diperhatikan khusus di kamar anak. EPA menyarankan memilih boneka yang bisa dicuci, mencucinya dengan air panas, dan mengeringkannya sepenuhnya sebelum anak bermain lagi. Mayo Clinic menambahkan satu saran yang sering diabaikan, yaitu sebaiknya boneka tidak diletakkan di atas tempat anak tidur.

Mitos yang perlu diluruskan

Mitos

Kasur baru bebas tungau sampai beberapa tahun.

Fakta

Makanan tungau adalah kulit mati penghuninya. Kasur baru mulai mengumpulkan serpihan kulit sejak malam pertama dipakai.

Mitos

Membekukan boneka di kulkas menyelesaikan masalah.

Fakta

Mayo Clinic menyatakan pembekuan membunuh tungau tapi tidak menghilangkan alergennya. Bonekanya tetap harus dicuci setelahnya.

Mitos

Tungau menyebabkan asma pada anak.

Fakta

Tungau diakui memperberat asma yang sudah ada. Soal apakah paparan membuat anak sehat jadi mengembangkan asma, bukti penelitiannya masih bercampur.

Mitos

Kalau tidak ada yang alergi di rumah, tungau tidak masalah.

Fakta

Sensitivitas berbeda tiap orang dan bisa berubah seiring waktu. Tidak adanya keluhan hari ini bukan jaminan untuk seterusnya.

Kapan perlu ke dokter

Periksakan ke tenaga medis bila anak mengalami sesak napas atau mengi, asma yang makin sering kambuh, batuk menetap lebih dari dua minggu, ruam yang tidak membaik, atau tidur terganggu berulang kali. Mengurangi alergen di kamar menurunkan paparan, tapi tidak mengobati kondisi medis dan tidak menggantikan diagnosis.

Yang bisa dilakukan rutin di rumah

  1. Cuci berkala semua perlengkapan tidur anak. Mayo Clinic menyarankan air minimal 54,4 derajat Celsius, sementara American Lung Association menyebut angka minimum yang sedikit lebih rendah. Kalau mesin cuci Anda tidak mencapai suhu itu, keringkan di pengering panas dulu, baru dicuci.
  2. Kurangi boneka di atas tempat tidur. Sisakan satu yang paling disayang, dan pastikan boneka itu bisa dicuci.
  3. Angkat kasur dari dipan, periksa sisi bawahnya, biarkan terangin angin beberapa jam.
  4. Buka jendela kamar anak setiap pagi. Kelembaban yang terperangkap membuat tungau bertahan.
  5. Kalau setelah sebulan keluhannya tidak berubah, kemungkinan besar masalahnya pada alergen yang sudah tertimbun di lapisan dalam, bukan pada populasi tungau baru.

Sampai di langkah kelima, penanganan yang lebih dalam baru dapat dilakukan. Untuk membuat kamar menjadi minim alergen secara menyeluruh, termasuk mana tindakan yang punya bukti kuat dan mana yang tidak, baca Cara Membuat Kamar Bebas Alergi dan Aman untuk Anak dan Bayi.

Kalau Anda datang ke artikel ini karena anak batuk berulang dan belum tahu harus mulai dari mana, panduan mencatat pola gejala selama tujuh hari adalah titik awal yang lebih baik.

Referensi

  1. American Lung Association. Dust Mites. lung.org
  2. US Environmental Protection Agency. Asthma Triggers: Gain Control. epa.gov
  3. Mayo Clinic. Dust mite allergy: Diagnosis and treatment. mayoclinic.org
  4. Agency for Toxic Substances and Disease Registry, CDC. Environmental Triggers of Asthma. archive.cdc.gov
  5. Asthma and Allergy Foundation of America. Dust Mite Allergy. aafa.org

Disclaimer: artikel ini bersifat edukasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga medis. Untuk keluhan kesehatan anak, konsultasikan dengan dokter anak. Penyusunan naskah, penyuntingan, dan verifikasi sumber oleh Tim HydroClean.

Older Post