Shopping Cart

Cara Menjaga Kelembaban Udara di Rumah Tetap Normal

Posted by HydroClean Indonesia on
Kelembaban Udara Normal di Rumah Harus Berapa Persen?

Cara menjaga kelembaban udara di rumah agar tetap normal salah satunya dengan teknologi humidifier dan dehumidifier. Keduanya adalah alat untuk menaikkan dan menurunkan kelembaban udara di ruangan agar mencapai titik normal. Berapa tingkat kelembaban udara normal di rumah? Apa saja bahaya jika kelembaban udara tidak dijaga? Simak selengkapnya di artikel ini!

 

Takeaways:

  • Tingkat kelembaban ideal di rumah adalah sekitar 40 % – 60 % karena ini membantu kenyamanan, kesehatan pernapasan, dan mencegah gejala alergi atau asthma. 

  • Kelembaban terlalu rendah (< 40 %) bisa menyebabkan hidung, mata dan tenggorokan kering serta meningkatkan risiko infeksi pernapasan, sedangkan kelembaban terlalu tinggi (> 60 %) memicu jamur dan tungau debu yang memperburuk alergi.

  • Cara menurunkan kelembaban yang berlebih termasuk meningkatkan ventilasi (buka jendela atau ventilasi kamar mandi), gunakan kipas angin saat memasak, dan pindahkan tanaman keluar ketika terlalu lembap. 

  • Gunakan alat yang tepat untuk kontrol kelembaban, seperti humidifier untuk menaikkan kelembapan saat kering, dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih, serta AC atau exhaust fan untuk membantu menjaga tingkat kelembapan ideal.

 

Tingkat Kelembaban Udara Normal di Rumah

Sebelumnya, penelitian menyarankan bahwa kisaran kelembaban yang ideal untuk ruang dalam rumah adalah 30% – 50%. Namun, saat ini saran tersebut dianggap sudah ketinggalan zaman, berkat penelitian terbaru yang banyak dilakukan oleh para ahli.

Menurut IAQ Works, tingkat kelembaban yang baik untuk dalam ruangan adalah 40% – 60%. Kisaran ini disebut dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas udara yang sangat baik di dalam rumah.

Ini karena kelembaban yang tinggi atau rendah dapat berakibat buruk untuk pernapasan, bahkan memperburuk gejala yang sudah ada, seperti alergi, asma, dan meningkatkan risiko terkena flu atau pilek.

Selain itu, udara yang terlalu kering atau lembab umumnya tidak nyaman untuk ditinggali.


Dampak Kelembaban Udara Rendah di Rumah

Ketika kelembaban rumah turun di bawah 40%, kondisi itu dianggap sebagai tingkat kelembaban rendah yang lebih sering terjadi selama musim hujan. Menurut situs Sensitive Choice, tanda-tanda kelembaban rendah di rumah, antara lain:

  • Cat yang kering dan mengelupas di dinding

  • Sering terjadi listrik statis

  • Mata, hidung, atau tenggorokan kering.

Udara yang sangat kering di rumah bisa meningkatkan kemungkinan tertular virus di udara seperti pilek atau flu. Ini karena virus dapat bertahan hidup lebih lama dalam kondisi kering dan sejuk, dan iritasi hidung dapat membuatnya lebih mudah tertular.

Udara yang sangat kering ini juga dapat memperburuk eksim dan kulit kering bagi penghuni rumah.

Jika tingkat kelembaban di rumah terlalu rendah, ada beberapa tips dan trik yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kelembaban, yaitu:

  • Masak tanpa tutup.

  • Mandi atau berendam air panas dengan pintu kamar mandi terbuka.

  • Membeli tanaman hias.


Bagaimana Jika Kelembaban Udara Terlalu Tinggi?

Saat tingkat kelembaban rumah naik di atas 60%, maka sudah dianggap tinggi. Tingkat kelembaban dalam ruangan yang tinggi ini lebih sering terjadi selama musim panas.

Salah satu tandanya adalah jendela yang berembun di pagi hari atau bau apek yang tercium di dalam rumah.

Tingkat kelembapan yang tinggi ini menyediakan lingkungan yang cocok untuk dua pemicu asma dan alergi yang umum, yaitu jamur dan tungau debu.

Tungau debu adalah salah satu pemicu alergen yang paling umum untuk asma, terutama di daerah yang lembab. Mereka hidup di soft furniture, seperti tempat tidur, seprai, karpet, perabotan berlapis kain, mainan lunak, dan bahkan pakaian.

Tungau debu ini bisa tumbuh subur pada tingkat kelembaban di atas 70%, terutama jika dikombinasikan dengan suhu 20 – 25 derajat Celcius. Pengujian menunjukkan bahwa menurunkan kelembaban hingga di bawah 60% efektif untuk mengurangi tungau debu.

Tips dan trik untuk menghilangkan kelembaban berlebih dari udara di rumah adalah:

  • Gunakan kipas angin saat memasak.

  • Mandi atau berendam dengan air dingin.

  • Beri ventilasi kamar mandi setelah mandi atau berendam.

  • Pindahkan tanaman ke luar ruangan.


Alat agar Kelembaban Udara di Rumah Tetap Normal

Selain tips dan trik di atas, Anda juga bisa menggunakan alat yang tepat untuk membuat kelembaban udara di rumah tetap normal.

1. Humidifier

Alat ini berfungsi menambahkan air ke udara sehingga mampu meningkatkan tingkat kelembapan dalam ruangan.

Kecuali jika Anda tinggal di daerah dengan iklim yang sangat kering, atau telah disarankan secara medis oleh ahli kesehatan, humidifier biasanya tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari.

Alat ini mungkin cocok untuk udara dalam ruangan yang sangat kering, tetapi tidak boleh diatur di atas 50% kelembaban relatif.

Pastikan alat memiliki fitur untuk mensterilkan kabut yang dihasilkannya sehingga tidak menyebarkan bakteri dan bisa mati secara otomatis setelah kelembaban yang diinginkan tercapai.

2. Dehumidifier

Ini adalah alat yang menghilangkan kelembaban udara di rumah sehingga mampu mengurangi tingkat kelembaban dalam ruangan.

Mencegah dan mengeluarkan kelembaban berlebih dari rumah akan membantu menjaga tingkat yang optimal antara 30% – 50%. Kondisi ini dapat mengurangi atau menghilangkan kemungkinan tungau debu atau jamur berkembang.

Saat membeli dehumidifier, pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan lingkungan . Dehumidifier pengering lebih cocok untuk suhu yang tidak terlalu dingin, sedangkan dehumidifier kompresor lebih cocok untuk iklim yang lebih hangat.

Beli dehumidifier dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan atau area rumah yang diperlukan. Lalu, periksa spesifikasinya untuk memastikan bahwa dehumidifier tersebut cocok untuk Anda.

Selain kedua alat tersebut, Anda juga bisa memasang exhaust fans di area seperti dapur dan kamar mandi untuk membantu menjaga tingkat kelembapan yang optimal dengan cara yang hemat energi.

Lalu, servis AC di rumah secara rutin benar karena alat pendingin ini secara alami menghilangkan kelembapan dari udara sebagai bagian dari proses pendinginan.

Jika Anda kesulitan mengakses beberapa opsi di atas, Anda bisa juga mencoba 10+ Cara Mengurangi Kelembapan Ruangan, dari yang Manual sampai Profesional. 

Older Post Newer Post