Tungau dan kutu adalah dua organisme yang berbeda, dengan karakteristik, dampak, dan cara penanganan yang juga tidak sama. Kesalahan memahami perbedaan ini sering kali membuat penanganan jadi tidak efektif dan masalah terus berulang. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan kutu dan tungau secara sederhana, dampaknya bagi manusia, serta mengapa penanganannya tidak bisa disamakan.
Takeaways
-
Kutu dan tungau adalah organisme yang berbeda dan tidak bisa disamakan.
-
Kutu menggigit dan terlihat oleh mata, sedangkan tungau tidak terlihat dan memicu alergi.
-
Penanganan kutu fokus pada individu atau hewan, sementara tungau harus ditangani dari lingkungan rumah.
-
Membersihkan soft furniture secara menyeluruh adalah kunci utama mengurangi masalah tungau.
Apa Itu Tungau?

Tungau adalah mikroorganisme berukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Tungau tidak menggigit manusia, tetapi hidup dari serpihan kulit mati dan debu rumah tangga. Habitat favorit tungau adalah kasur, sofa, bantal, karpet, dan gorden.
Masalah utama dari tungau bukan gigitan, melainkan kotoran dan sisa tubuhnya yang menjadi pemicu alergi. Inilah sebabnya banyak orang mengalami bersin, hidung tersumbat, atau sesak napas tanpa sadar bahwa penyebabnya adalah tungau.
Secara singkat, ciri-ciri tungau adalah sebagai berikut:
-
Tidak terlihat oleh mata
-
Hidup di soft furniture dan debu
-
Memicu alergi dan gangguan pernapasan
Apa Itu Kutu?

Kutu adalah serangga parasit yang hidup dengan cara mengisap darah dari inangnya, baik manusia maupun hewan. Kutu bisa dilihat dengan mata telanjang dan sering ditemukan di rambut, kulit kepala, pakaian, atau bulu hewan peliharaan.
Kutu berkembang biak dengan cepat dan biasanya menimbulkan rasa gatal intens akibat gigitan langsung di kulit. Masalah kutu lebih sering berkaitan dengan kebersihan personal dan kontak langsung antar inang.
Secara singkat, ciri-ciri kutu adalah sebagai berikut:
-
Ukuran cukup besar dan bisa terlihat langsung
-
Hidup di rambut, kulit, atau bulu hewan
-
Menyebabkan gigitan dan rasa gatal langsung
Perbedaan Utama Kutu dan Tungau
Perbedaan kelas
Masih banyak yang salah membedakan kutu dan tungau, karena keduanya sering diasosiasikan sebagai penyebab gatal-gatal di rumah, terutama di kasur.
Padahal, kutu dan tungau hanya memiliki kesamaan pada filum atau divisi, yaitu Arthropoda (hewan berbuku-buku atau beruas). Di level kelas, kutu ada di kelas insecta atau serangga, sedangkan tungau lebih dekat kekerabatannya dengan laba-laba.
Perbedaan Bentuk Fisik
Dari bentuk fisiknya saja sudah jelas perbedaan kutu dan tungau kasur yang sering salah dipahami orang. Kutu memiliki ukuran fisik ≤ 0.5 cm sehingga masih bisa dilihat dengan mata telanjang.
Anda tentu masih bisa melihat kutu pada rambut atau hewan peliharaan meski sangat kecil, kan? Ciri lainnya adalah kutu merupakan bagian dari famili Cimicidae dengan ciri khas berbau tidak sedap.
Sebaliknya, tungau kasur tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ini karena ukuran tungau hanya sekitar 0.3 mm dan hanya bisa dilihat dengan alat bantu mikroskop. Itulah sebabnya tungau disebut hewan mikroskopis. Sebagai gambaran, debu yang ada di sekitar soft furniture kita, sebenarnya terdiri dari tumpukan kotoran dan eksoskeleton tungau.
Perbedaan Cara Hidup
Baik tungau kasur maupun kutu tentu perlu makan untuk bertahan hidup. Tungau atau house dust mites ada di famili Pyroglyphidae dari subkelas Acariformes, yang intinya merupakan keluarga tungau yang non-parasit. Artinya, tungau kasur tidak mendapatkan makanan dari merugikan manusia. Soalnya mereka hanya memakan serpihan kulit mati manusia yang terjatuh.
Sedangkan kutu busuk atau bed bug ada di subkelas Insecta yang parasit. Kutu hidup dengan menghisap darah manusia. Kutu senang tinggal di tempat yang lembab dan hangat seperti kasur manusia. Karena itu, kutu ini biasanya akan keluar pada malam hari untuk mencari makan dari manusia yang sedang tidur.
Perbedaan Dampak pada Manusia
Karena merupakan hewan parasit, gigitan kutu untuk menghisap darah bisa menyebabkan gatal-gatal. Apabila bekas gigitan tersebut digaruk, bisa menyebabkan luka pada kulit, mulai dari rasa melepuh, kemerahan dan bengkak pada area gigitan.
Sedangkan tungau kasur sebenarnya tidaklah merugikan manusia. Namun, juga tidak menguntungkan, karena kotoran tungau mengandung zat berbahaya yang berasal dari dalam tubuhnya saat mencerna makanan, yang merupakan alergen atau penyebab alergi.
Kabar buruknya, zat buangan dari tungau tersebut adalah alergen nomor terbanyak di rumah! Debu yang ada di furniture Anda bahkan terdiri dari kotoran dan bangkai tungau juga!
Perbedaan Lokasi Persembunyian
Kutu biasanya ditemukan di tubuh atau hewan peliharaan. Tungau justru bersembunyi di kasur, sofa, karpet, dan berbagai soft furniture lainnya.
Mengapa Penanganan Kutu dan Tungau Tidak Bisa Disamakan?
Karena karakteristiknya berbeda, cara penanganannya pun tidak bisa disamakan. Penanganan kutu biasanya fokus pada pengobatan individu atau hewan, seperti sampo khusus atau obat antiparasit.
Sebaliknya, penanganan tungau harus dilakukan dengan membersihkan lingkungan secara menyeluruh, terutama soft furniture yang menjadi tempat hidup dan berkembangnya tungau. Jika hanya membersihkan permukaan atau menggunakan semprotan biasa, tungau dan partikel pemicu alergi masih bisa tertinggal di dalam serat kain.
Cara Tepat Mengatasi Masalah Tungau di Rumah
Membersihkan Soft Furniture Secara Mendalam
Kasur, sofa, karpet, dan bantal perlu dibersihkan secara rutin karena menjadi tempat favorit tungau. Pembersihan biasa sering kali tidak cukup untuk mengangkat partikel mikroskopis.
Menjaga Sirkulasi dan Kebersihan Ruangan
Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan yang mendukung perkembangan tungau. Selain itu, kebiasaan membersihkan rumah secara teratur juga sangat penting.
Menggunakan Layanan Profesional
Dalam banyak kasus, pembersihan profesional diperlukan untuk hasil maksimal. Layanan vacuum tungau dengan teknologi khusus mampu mengangkat debu dan partikel alergen yang tidak bisa dijangkau vacuum biasa.
Cara membasmi tungau kasur yang terbaik, sejauh ini, adalah dengan melakukan vacuuming. Selain itu, penyaring udara seperti filter HEPA bisa menyaring partikel debu yang di dalamnya termasuk tungau. Mengontrol kelembaban rumah juga penting, misalnya dengan menyalakan AC dan menambah ventilasi udara, karena bukan hanya tungau, kutu juga hidup di lingkungan lembab.
Anda bisa menggunakan alat vacuum berkekuatan tinggi untuk mengisap tungau di sela-sela kasur, atau memanfaatkan jasa profesional. HydroClean Vacuum bisa menjadi solusi praktis untuk rutin bersihkan kasur dan soft furniture lain di rumah Anda dari tungau dan debu pemicu alergi. Simak detail layanannya di sini.
Referensi
http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1751
https://www.healthline.com/health/dust-mites-bites#takeaway