Ciri-ciri ruangan lembab salah satunya adalah munculnya garis berwarna kuning atau coklat di dinding bagian bawah. Masih ada banyak lagi tanda-tanda ruang lembab berdasarkan jenisnya yang dapat Anda amati agar ruangan tidak keburu dihuni makhluk-makhluk asing pemicu penyakit yang suka tinggal di tempat lembab. Simak selengkapnya di sini!
Takeaways:
-
Ruangan lembab dapat dikenali dari bau apek, jamur, udara pengap, dan furnitur yang mudah terasa lembab.
-
Kelembapan berlebih tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan penghuni rumah.
-
Ventilasi yang baik, sinar matahari, dan pengelolaan sumber air adalah langkah awal mengatasi ruangan lembab.
-
Jika masalah terus berulang, solusi profesional diperlukan untuk hasil yang lebih menyeluruh dan tahan lama.
Pengertian Kondisi Lembab

Kondisi lembab mengacu pada adanya kelembaban berlebih di suatu properti, yang disebabkan oleh masuknya air dari luar atau kondensasi dari dalam.
Sangat penting untuk menentukan terlebih dahulu apa penyebab kelembaban, baru kemudian menghilangkan sumber kelembaban untuk mencegahnya terjadi kembali.
Ada berbagai tanda dan penyebab kelembaban yang berbeda tergantung pada jenis kelembaban yang terjadi di dalam properti.
Ciri-Ciri Ruangan Lembab berdasarkan Jenisnya
Kelembaban berlebih di rumah biasanya akan terjadi sebagai akibat dari tiga masalah utama. Pertama, rising dump. Kedua, penetrating damp. Ketiga, condensation. Berikut adalah penjelasannya.
Rising Damp
Menurut situs Home Owner Alliance, ini adalah jenis kelembaban karena proses air tanah eksternal yang ditarik melalui batu bata di dinding rumah. Jika Anda melihat kelembaban di dasar dinding, ini bisa jadi rising damp.
Tanda kelembaban bisa terlihat hingga satu meter di atas permukaan lantai. Bahkan, kadang-kadang lebih tinggi. Anda juga bisa melihat bekas garam di dinding jika air tanah mengandung garam.
Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:
- Garis berwarna kuning atau coklat di dinding bagian bawah.
- Jika dinding terbuat dari papan, paku atau sekrup menunjukkan tanda-tanda karat.
- Papan atau plester di ruangan rusak, mengangkat, atau seperti membusuk.
- Cat dan wallpaper terkelupas.
- Terdapat bubuk putih di dinding karena garam larut dari tanah.
Penetrating Damp
Ellis & Co menjelaskan ini terjadi ketika kelembaban memasuki properti karena masalah struktural. Misalnya, atap rusak, pipa rusak, atau selokan bocor, yang semuanya dapat menyebabkan penetrating damp.
Berikut adalah tanda-tandanya.
- Wallpaper dan plester yang rusak di area yang lebih tinggi di dinding.
- Plester menunjukkan tanda-tanda menggelembung dan wallpaper terkelupas dari dinding.
- Bercak lembab di berbagai ketinggian di dinding dan langit-langit.
- Kerusakan atau retakan pada dinding luar rumah.
- Spora jamur hitam muncul di dinding dan langit-langit.
- Tetesan dan genangan air di lantai.
Condensation
Disebut juga dengan kondensasi, ini adalah jenis kelembaban paling umum yang terjadi di rumah. Ada berbagai penyebab kondensasi, seperti kurangnya ventilasi di area rumah yang digunakan untuk memasak atau mengeringkan pakaian.
Semua hal tersebut dapat meningkatkan suhu hangat di rumah dan ketika mengenai permukaan dingin, seperti dinding atau jendela, maka itu berubah menjadi kondensasi dan sering kali menimbulkan jamur.
Ini adalah ciri-ciri ruangan lembab condensation.
- Kelembaban berlebih yang muncul di permukaan dingin seperti jendela, ubin, dan dinding.
- Jendela basah, terutama di dapur, kamar mandi, dan kamar tidur di pagi hari.
- Pertumbuhan jamur di sekitar bingkai jendela atau dinding.
- Tercium bau apek atau bau tak sedap.
Cara Mengatasi Kelembaban di Rumah
Semakin cepat menangani kelembaban di rumah, semakin mudah dan murah untuk memperbaikinya. Selain itu, Anda juga akan mengurangi risiko lembab yang menyebabkan masalah lain di dalam rumah.
Berikut adalah cara tepat mengatasi ciri-ciri di ruangan lembab di rumah berdasarkan jenisnya.
1. Mengatasi Rising Damp
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu apakah rumah memiliki jalur tahan lembab. Ini mungkin tidak mudah ditemukan dan Anda harus melacaknya di sekitar bagian luar bangunan rumah.
Jika bisa menemukannya, pastikan jalurnya tidak terkubur di bawah permukaan tanah yang tinggi. Namun, jika tidak yakin bisa menemukannya, Anda bisa berkonsultasi dengan kontraktor.
2. Mengatasi Penetrating Damp
Dilansir dari situs Peter Cox, untuk menghentikan lembab jenis ini maka Anda harus menemukan sumber masuknya air dan menghilangkannya. Ciri-ciri ruangan lembab akan terus terjadi jika penyebabnya tidak diatasi.
Berikut adalah beberapa sumber masuknya air yang paling umum:
- Retakan atau celah pada pipa atau kusen yang membingkai jendela dan pintu
- Ruangan di atap, seperti kayu yang basah
- Batu bata berpori di dinding rumah yang menua
3. Mengatasi Condensation
Cara utama untuk mengatasi jenis lembab ini adalah dengan menghasilkan lebih sedikit air dan uap di rumah dengan meningkatkan ekstraksi dan ventilasi, seperti berikut ini.
- Saat memasak, gunakan jumlah minimum air yang dibutuhkan, lalu masak dengan tutup panci dan kecilkan api setelah air mendidih.
- Saat mandi dengan air hangat, gunakan air dingin terlebih dahulu, baru tambahkan air panas yang akan mengurangi hingga 90% uap penyebab kondensasi.
- Hindari mengeringkan cucian di dalam ruang, tetapi jika terpaksa sebaiknya lakukan dekat jendela terbuka dan menyalakan exhaust fan atau kipas ekstraktor.
- Kipas ekstraktor ini juga harus digunakan saat memasak di dapur dan kamar mandi untuk menghentikan penyebaran kelembaban di sekitar rumah.
Mengatasi kelembaban sangat penting karena ada 5 Bahaya Kamar Lembap yang harus Anda ketahui dan Cara Efektif Mencegahnya.