Tungau bisa mati dengan sendirinya jika kondisi lingkungan tidak lagi mendukung kelangsungan hidup mereka. Secara biologis, tungau debu (Dermatophagoides) akan mati jika lingkungan mereka kehilangan kelembapan atau sumber makanan. Namun, menunggu tungau mati secara alami bukanlah solusi kesehatan yang tepat karena bangkai dan kotoran tungau yang tertinggal tetap menjadi pemicu alergi yang berbahaya.
Takeaways:
-
Tungau debu dapat bertahan hidup hingga sekitar tiga bulan di lingkungan yang hangat, lembap, dan banyak makanan (sel kulit mati) serta terus berkembang biak selama periode ini.
-
Mereka bisa mati dengan sendirinya jika kondisi lingkungan tidak mendukung, misalnya bila kelembapan rendah atau makanan tidak tersedia, sehingga tubuhnya tidak bisa bertahan.
-
Namun menunggu tungau mati secara alami bukan solusi efektif, karena sekalipun mati, bangkai dan kotorannya tetap memicu alergi dan masalah pernapasan.
-
Perubahan kondisi seperti pengurangan kelembapan, pembersihan rutin, dan mencuci linen dengan air panas bisa membantu mempercepat penurunan populasi tungau di kasur dan furnitur.
Siklus Hidup Tungau
Tungau hidup di lingkungan hangat, lembab dan kaya akan sel kulit mati, yang merupakan makanan utama mereka. Menurut Healthline, tungau dapat bertahan hidup hingga tiga bulan. Selama waktu ini, mereka akan terus bereproduksi dan meningkatkan populasi mereka di tempat-tempat yang sering berkontak dengan manusia seperti kasur dan sofa.
Tungau betina memiliki kemampuan reproduksi hingga 40-80 telur per individu. Siklus hidup dari telur hingga dewasa adalah sekitar satu bulan. Dalam kondisi lingkungan yang ideal, mereka kemudian siap untuk kembali bereproduksi. Hal ini menjadikan populasi tungau sulit untuk dikendalikan jika tidak ada upaya pencegahan.
Di luar itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi lama hidup tungau, yaitu kelembaban, kebersihan lingkungan dan ketersediaan makanannya. Rutin mengganti seprai atau sarung soft furniture serta menggunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembaban bisa dilakukan untuk membatasi faktor-faktor tersebut.
Bisakah Tungau Mati dengan Sendirinya?
Tungau bisa mati dengan sendirinya jika kondisi lingkungan tidak lagi mendukung kelangsungan hidup mereka. Misalnya, jika kelembaban di dalam rumah sangat rendah, atau jika tidak ada makanan yang cukup, maka tungau akan mulai mati.
Namun, proses ini bisa memakan waktu lama, dan selama itu, mereka bisa terus berkembang biak jika kondisi lingkungan kembali mendukung. Karena ukurannya yang mikroskopik, tanpa Anda sadari keberadaan mereka sudah sangat banyak.
Menunggu tungau mati dengan sendirinya tidaklah menghilangkan masalah. Saat tungau tumbuh dan berkembang biak, tiap tungau betina memproduksi sekitar 20 butir kotoran setiap hari. Kotoran ini mengandung protein enzim yang akan tetap aktif memicu alergi pada siapa pun yang terpapar.
Faktor Lingkungan yang Mempercepat Kematian Tungau
Untuk menekan populasi tungau secara mandiri, Anda dapat mengontrol faktor-faktor seperti kelembaban, suhu dan pembersihan area yang biasa ditempati mereka.
Untuk mengatasi kelembaban tinggi, Anda bisa menggunakan dehumidifier untuk menjaga kelembapan di bawah 50%. Cara ini efektif untuk membuat tungau mati karena dehidrasi. Mencuci seprai dan sarung-sarung bantal dan guling dengan air panas bersuhu minimal 60°C dapat membantu membunuh tungau dewasa dan telur-telurnya.
Selain itu, jangan lupa rutin membersihkan soft furniture dari debu berisi serpihan kulit mati yang menjadi sumber makanan mereka. Dengan begitu, Anda pun tidak perlu lagi bingung kenapa ada tungau di kasur.
Referensi:
Healthline. What Dust Mite Bites Look Like and How to Get Rid of Them. Diakses 7 Agustus 2024. https://www.healthline.com/health/dust-mites-bites#prevention