Virus Pandemi Bisa Dicegah dengan Berpikir Positif

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO secara resmi menetapkan virus corona covid-19 sebagai pandemi. Ini disebabkan karena penyebaran virus tersebut sangat cepat dan berisiko sangat tinggi di tingkat global. Dilansir Kompas, virus corona telah menyebar di 109 negara, termasuk Indonesia, dengan jumlah kasus 105.024 jiwa terdeteksi positif corona dan kasus kematian sejumlah 3.597 jiwa. 

Akan tetapi, kabar tersebut juga diikuti oleh berita baik. Dilansir dari sumber yang sama, sejumlah 56.903 jiwa telah dinyatakan sembuh, yang berarti sekitar lebih dari 50% dari jumlah pasien terdeteksi. Kemudian, sejak Selasa (3/3) lalu, dilansir Katadata, Vietnam dan SIngapura mencetak angka kesembuhan yang signifikan. Bahkan, Vietnam adalah negara pertama yang mengumumkan pasiennya sembuh total tiga pekan setelah kasus pertama terdeteksi. 

Pada Selasa (10/3) lalu, WHO mengadakan konferensi pers mengenai perkembangan kasus corona covid-19. Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir Liputan6 mengatakan bahwa dengan aksi yang tegas dan pencegahan yang dilakukan sejak dini akan memperlambat virus dan mencegah infeksi. Dia mengambil contoh kasus virus corona di China. Dengan total 80 ribu kasus terdeteksi corona, lebih dari 70% telah dinyatakan pulih. 

Berpikir Positif sebagai Bagian dari Pencegahan

Dalam menghadapi kasus pandemi seperti ini, yang paling penting adalah jangan mudah menyerah. Virus pandemi adalah sesuatu yang bisa kita perangi. Berpikir positif membuat kita lebih bersemangat dan berkepala dingin melakukan tindakan pencegahan dan pemulihan. Ini karena saat stres, impuls otak meningkat ke bagian-bagian tubuh dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan senjata utama untuk memerangi virus apapun adalah imunitas atau kekebalan tubuh itu sendiri. Nah, dengan berpikir positif dapat memperkuat imunitas tubuh secara tidak langsung. Virus memang alaminya menjangkiti makhluk yang imunitas tubuhnya lemah. 

Kita sendiri bisa mengambil pelajaran berharga dari fenomena virus corona covid-19 ini. Di media sosial misalnya, sejumlah ahli di bidang medis, termasuk perdana menteri Singapura Lee Hsien Loong, banyak membagikan dan meluruskan informasi klinis yang sering disalah artikan orang-orang awam. 

Kita pun mengetahui bahwa mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun adalah cara terbaik untuk menghindari ancaman virus pandemi. Pun fakta mengenai cara menggunakan masker yang benar. Dengan demikian, kita jadi menyadari apa saja pola hidup yang perlu diubah untuk menghindari penyebaran virus. 

Memulai Tindakan Pencegahan Sejak Dini

WHO turut memberikan saran untuk mencegah terinfeksi virus. Selain mencuci tangan dengan seksama, WHO juga menyarankan untuk menjaga jarak dari orang yang sedang batuk atau bersin minimal satu meter. Perlu diketahui bahwa virus corona covid-19 menular melalui droplet atau cairan. Bagi yang sedang batuk dan bersin, hindari menutup mulut dan hidung dengan tangan, tapi gunakanlah tisu atau bagian siku. 

Kebersihan lingkungan sekitar, terutama di dalam rumah, juga perlu ditingkatkan. Bersihkan bagian-bagian rumah yang sering terlewat dan sulit dijangkau sebagai tindakan pencegahan infeksi virus pandemi. Kita bisa memanfaatkan jasa pembersih debu dan tungau profesional yang mampu membersihkan dengan efektif tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi tubuh. Jasa HydroClean Indonesia bisa menjadi pilihan

Layanan HydroClean pun sudah dapat dipesan di 20 kota besar di Indonesia, lho, yaitu Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Batam dan Medan. 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *