Tanpa Kipas dan AC, Ini Cara Mengatasi Hawa Panas

Sejak April menjelang Mei lalu, kita telah dihadapkan dengan cuaca panas akibat hembusan angin kering yang memang sudah memasuki waktunya. Terutama di tengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, orang-orang jadi malas keluar rumah. 

Masalahnya, bagi sebagian orang terutama yang tidak memiliki alat penyejuk udara yang memadai, suhu di dalam rumah tidak jauh berbeda dengan di luar rumah. Bahkan terkadang kipas angin tidak juga mampu mengimbangi cuaca panas dari luar, meskipun selalu dinyalakan sepanjang hari. 

Bila faktor dari luar tidak juga membuat suhu menjadi lebih baik, mungkin bisa dicoba cara untuk “mendinginkan” suhu dari dalam tubuh agar mengimbangi suhu di sekitar tubuh yang panas. Ini bisa dilakukan untuk mengurangi rasa gerah di tubuh, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Perhatikan makanan yang membuat panas

Tentunya secara sadar, kita akan menghindari makan makanan yang akan menambah suhu tubuh ketika berada di suhu lingkungan yang panas. Selain makanan pedas, ternyata makan makanan yang terlalu asin juga tidak cocok untuk dikonsumsi saat cuaca panas, karena tubuh akan cepat kehilangan cairan dan malah menyebabkan dehidrasi. Kurangi pula konsumsi bawang dan alkohol. 

Lalu makanan seperti apa yang cocok untuk dikonsumsi saat cuaca panas?

Asupan makanan segar, manis dan asam bisa menjadi pilihan tepat, seperti buah-buahan anggur, nanas, mangga dan juga susu. Sayur-sayuran seperti mentimun dan zucchini juga bisa jadi pilihan.

Banyak minum namun perhatikan hal berikut

Ini yang paling penting di saat cuaca panas. Jangan lupa untuk minum banyak air. Jika disarankan minum minimal 8 gelas per hari, maka saat cuaca panas, sebaiknya tambah porsi minum air putih jadi lebih banyak. Ini bisa membantu menjaga ketersediaan cairan dalam tubuh dan terhindar dari dehidrasi, sehingga tubuh jadi lebih nyaman.

Minum air putih saat cuaca panas pasti lebih menyenangkan jika ditambah es. Namun ternyata es adalah salah satu bahan yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat cuaca panas. Kenapa? Karena tubuh sebenarnya akan terasa panas saat minum es, dan pencernaan akan “kaget”. Minum air dengan suhu ruang normal bisa membantu mendinginkan tubuh lebih cepat. 

Minum air kelapa muda bisa menjadi salah satu rekomendasi terbaik. Air kelapa memiliki elektrolit yang dapat mengganti cairan tubuh, dan juga kaya akan mineral dan vitamin yang dapat menutrisi tubuh.

Pakai pakaian berdaya serap tinggi

Tentunya di tengah cuaca panas seperti ini, kita akan lebih memilih pakaian dengan bahan yang tipis agar suhu badan tetap normal. Pilihlah bahan pakaian seperti katun yang dapat menyerap keringat dan juga bahan lain yang tipis dan ringan agar panas tidak menumpuk di tubuh.

Mematikan lampu

Ternyata, paparan sinar lampu di ruangan, terutama saat siang hari yang terik, akan membuat suhu ruangan semakin gerah. Dengan mematikan lampu, selain menghemat energi, juga bisa lebih mendinginkan suhu ruangan.

Udara yang bersih

Udara sekitar yang bersih dari debu dan jamur juga dapat memberikan hawa sejuk di siang hari yang terik. Suasana rumah yang rapi dan bersih juga lebih nyaman untuk ditinggali. Karena itu, selalu jaga kebersihan rumah agar rumah tetap terasa nyaman dan segar, dan meminimalisir tekanan akibat udara panas dari luar ruangan. 

Dengan alasan tersebut di atas, HydroClean memanfaatkan sinar UV dan ozon untuk layanan terbarunya, MicroTech Ray. Teknologi sterilisasi udara dalam ruangan dengan metode penyinaran ini dapat membunuh mikroorganisme dengan efektivitas hingga 99,99%.

Menariknya, layanan ini sudah dapat dinikmati di kota-kota besar di Indonesia, meliputi Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Batam dan Medan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *