Polusi Udara di dalam Rumah, Mungkinkah?

Polusi udara selalu diasosiasikan dengan kehidupan di kota-kota besar di Indonesia, khususnya daerah ibukota Jakarta dan sekitarnya. Sayangnya, hal ini benar, dan bahkan tidak sedikit wilayah perdesaan di Indonesia yang mulai terpapar udara kotor perkotaan. Meningkatnya jumlah penduduk yang diiringi peningkatan produktivitas dan mobilitas menjadi salah satu faktor penyebab polusi. 

Bila membaca data dari Katadata, bahkan sejak pertengahan tahun 2019 lalu, rata-rata indeks kualitas udara di Jakarta tercatat di angka 146,5 US AQI yang berarti tidak sehat bagi kelompok rentan. Jumlah partikel polutan PM2.5 di udara yang tercatat pun ada di kategori tidak sehat, yaitu pada angka 57,3 µg/m3. Ini membuat Jakarta dinyatakan sebagai kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia.

Polusi udara sering diasosiasikan dengan lingkungan di luar ruangan. Padahal, udara dari luar tentunya dapat masuk ke dalam ruangan. Baik melalui saluran udara di rumah seperti jendela dan ventilasi, maupun melalui medium misalnya menempel di pakaian, tas dan barang lainnya. 

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr. Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa udara kotor di dalam ruangan maupun di luar ruangan sama-sama berbahaya jika kadarnya berlebih di dalam tubuh. Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga memicu alergi seperti asma. 

Bahkan dilansir Detik, polusi di dalam rumah bisa 2-5 kali lebih tinggi daripada tingkat polusi di luar rumah! Bagaimana bisa, ya? Selain masuk melalui saluran udara di rumah dan terbawa oleh kita dari luar, berikut yang membuat udara kotor mencemari dalam rumah:

Adanya aktivitas pembakaran

Emisi yang dihasilkan saat menggunakan lilin, merokok dan membakar bahan makanan bisa menjadi faktor polusi di dalam rumah. Hindarilah kebiasaan merokok di dalam rumah, terutama jika ada anak kecil.

Adanya aktivitas memasak

Kegiatan menumis, mengukus dan menggoreng ternyata dapat menghasilkan asap yang dapat membuat udara rumah menjadi kotor dan pengap. Sebaiknya gunakan exhaust fan atau pastikan ventilasi udara di dapur layak agar pertukaran udara berjalan lancar.

Kebersihan  perabot rumah tangga

Perabot dan barang pecah belah di dalam rumah jika tidak rutin dibersihkan maka akan menjadi sarang bagi debu untuk menempel. Debu-debu tersebut jika terkumpul di udara tentu akan membuat udara di dalam rumah menjadi kotor dan mengandung mikroorganisme berbahaya seperti kuman dan virus.

Sesekali kita bisa memanfaatkan jasa profesional untuk membersihkan debu dan tungau di perabot rumah serta mensterilkan udara di dalam ruangan. HydroClean memiliki layanan MicroTech Ray yang menggunakan teknologi penyinaran UV. Sinar UV akan membunuh mikroorganisme berbahaya di udara dan membuat udara di dalam rumah menjadi segar kembali.

Layanan ini sudah dapat dipesan di 20 kota besar di Indonesia, meliputi Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Batam dan Medan. 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *