Manfaat Sinar Matahari untuk Daya Tahan Tubuh

Beragam usaha preventif dilakukan masyarakat untuk menjaga diri mereka di tengah pandemi covid-19 yang tengah merebak di Indonesia saat ini. Mulai dari mencuci tangan secara rutin, mengaplikasikan desinfektan ke lingkungan sekitar hingga menkonsumsi bermacam asupan makanan dan minuman bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. 

Dalam memerangi virus corona SARS-CoV-2 penyebab pandemi covid-19, pertahanan tubuh sangat berperan. Saat ini sebagian pemerintah setempat menerapkan kebijakan karantina untuk mencegah masyarakat terpapar resiko virus tersebut. Namun tidak semua lapisan masyarakat dapat menjalankan karantina di rumah karena tuntutan pekerjaan. Karena itu, usaha peningkatan daya tahan tubuh perlu diperbanyak.

Berjemur untuk meningkatkan daya tahan

Salah satu cara paling mudah untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari virus penyebab penyakit adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Sinar matahari dipercaya sejak dulu dapat membuat tubuh tetap bugar dan fit. Ini karena sinar matahari memiliki partikel UVB yang bisa memberikan kebutuhan vitamin D pada tubuh.

Menurut Finny Fitry Yani dari Divisi Respirologi Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, seperti ditulis di artikelnya Peran Vitamin D pada Penyakit Respiratori Anak, menulis bahwa Vitamin D dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk suplemen terapi.

Vitamin ini dapat berperan dalam pencegahan maupun pengobatan penyakit yang berhubungan dengan respiratori, seperti tuberkulosis, infeksi respiratori akut, dan asma. Covid-19, seperti dilansir dari alodokter, merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Dengan berjemur, kita bisa mendapat asupan vitamin D secara gratis.  

Dilansir dari laman resmi UGM, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof.dr. Madarina Julia, Sp.A(K),MPH.,Ph.D., mengatakan bahwa vitamin D memiliki efek imunomodulator yang dapat memperbaiki sistem imun tubuh. Sinar matahari dengan UVB memproduksi vitamin D melalui pembakaran kolesterol di bawah jaringan kulit. 

Namun perlu diperhatikan bahwa sinar matahari juga mengandung UVA yang justru berbahaya bagi kesehatan kulit karena dapat menyebabkan kanker kulit. Karena itu, sebaiknya tidak berlama-lama berjemur di bawah paparan sinar matahari langsung, dan sebaiknya pakai tabir surya terlebih dahulu sebelum berjemur untuk menangkal efek buruk sinar matahari ke kulit.

Waktu berjemur yang tepat 

Prof. Madarina mengatakan bahwa waktu berjemur paling efektif adalah saat bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan, yaitu sekitar mulai pukul 10.00 hingga 15.00. Ternyata jika berjemur dilakukan lebih pagi malah kurang baik terutama di daerah perkotaan. Ini karena logam berat masih terkonsentrasi di dekat permukaan dekat udara pagi.

Selain itu, pada pagi hari, kandungan sinar matahari belum mencukupi kebutuhan tubuh. Menurut dr Tan Shot Yen, seorang ahli gizi komunitas, seperti dilansir Detik, kandungan yang terpenting yang dibutuhkan tubuh dari sinar matahari adalah sinar UVB. Namun sinar UVB gelombangnya lebih pendek daripada sinar UVA, jadi harus menunggu matahari sedikit naik. Jam 10.00 adalah waktu yang tepat. 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *