Keberadaan Tungau Bisa Dilacak dari Tanda-Tanda Ini

Keberadaan tungau sebenarnya tidak berbahaya secara umum. Mereka tidak menggigit manusia, namun mereka termasuk mikro organisme parasit yang memakan sisa-sisa kulit mati manusia. Selain itu, bagi penderita jenis alergi seperti asma dan ruam kulit, kotoran tungau adalah sumber alergen tersebut. Keberadaan tungau sendiri sudah menjadi musuh bebuyutan bagi mereka. 

Tungau hidup secara berkoloni di lingkungan yang lembab dan tidak bersih. Karena bentuknya yang tidak kasat mata (sekitar 0.3 milimeter), tungau dapat berkembang biak secara bebas dan dalam jumlah banyak. Kemudian mengingat sumber makanan utama mereka, tidak heran mereka akan banyak mendiami area-area lembab di sekitar rumah yang banyak bersentuhan dengan kulit manusia, misalnya kasur, sofa dan karpet!

Bayangkan terdapat mungkin sekitar jutaan hewan mikroskopik di bantal kita … wah, seram! Rasanya tidur menjadi tidak nyaman, ya. Apalagi, sekali mereka hidup di tempat tertentu, akan sulit untuk menghilangkannya bahkan dengan pestisida tertentu, malah bisa saja mereka menjadi kebal dengan bahan-bahan kimia. 

Keberadaan tungau memang tidak dapat dilihat, tapi kita bisa merasakan mereka melalui beberapa tanda-tanda. Menurut National Health Services (NHS), tanda-tanda keberadaan tungau bisa dilihat misalnya dari kulit yang mengalami kemerahan dan terasa gatal ketika kulit bersentuhan dengan perabot atau area tertentu di rumah. Biasanya bagian kulit terbuka seperti lengan dan bahu. 

Selain ditandai dengan kemerahan pada kulit, keberadaan tungau bisa dirasakan dengan ruangan yang berbau apek dan tidak sedap. Tungau aktif menghasilkan feromon yang alamiah keluar dari tubuhnya. Karena hidup berkoloni, bau yang dihasilkan pun jadi berkumpul berkali lipat hingga akhirnya mudah tercium oleh manusia. Baunya mirip seperti kaus kaki basah atau ruang ganti yang dipenuhi manusia. 

Jika sudah mengalami tanda-tanda tersebut, baiknya dijadikan peringatan bahwa ruangan dan area rumah sudah tidak lagi bersih dan harus segera dicuci atau diganti. Mari mulai memaksimalkan kegiatan bersih-bersih rumah secara rutin misalnya dengan mengganti sprei minimal sebulan sekali, memvakum karpet, tirai dan sofa seminggu sekali dan mengganti barang-barang yang sudah lama atau tidak terpakai. 

Sekali secara berkala, kita juga bisa memanfaatkan jasa vacuum debu dan tungau profesional untuk meningkatkan efektifitas kegiatan bersih-bersih dan kesehatan orang-orang di rumah. Jasa vacuum profesional yang baik tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses kerjanya, karena selain tidak baik untuk manusia, juga membuat mikro organisme makin kebal dan ganas. Mereka akan menggunakan air dan alat penyedot untuk menghisap debu dan tungau pada perabot lunak di rumah. 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *