Karpet Si Biang-Kerok Penyakit, Kok Bisa?

Karpet menyebabkan penyakit? Benarkah? Anda mungkin tak akan bertanya begitu kalau tahu fakta pengalaman buruk Mariah (11 tahun) asal New South Wales, Australia. Ceritanya anak cewek ini punya pengalaman sering sakit-sakitan selama tiga tahun. Ia sering mual dan berat badannya terus turun hingga tinggal 26 kg. Ibunya, Hayley, sudah sering membawanya ke dokter bahkan ke spesialis, tapi mereka tetap saja tak menemukan penyebab penyakit Mariah.

Tubuh Mariah sering mengalami peradangan. Gejala ini ini sangat mengganggu aktivitas Mariah, semisal saat dia bermain dengan teman-temannya. Begitu pula saat Mariah ingin bersantai di pantai atau menghadiri acara sekolah.

Usut punya usut, seperti dikutip A Current Affair, akhirnya dokternya menemukan bahwa sumber penyakit Mariah berasal dari karpet sekolahnya yang berjamur hitam. Selama tiga tahun, Mariah terkontaminasi jamur tersebut saat dia di sekolah. Selain di karpet, jamur hitam itu juga ditemukan di dinding sekolahnya.

Singkat cerita, mereka pun pindah ke Queensland yang atmosfernya lebih hangat dan lingkungannya lebih sehat. Di tempat tingal yang baru ini mereka juga lebih dekat dengan dokter yang merawat Mariah.

MailOnline Australia melansir bahwa ribuan jamur berbahaya bisa menyebar di rumah ataupun di sekolah yang berisiko terhadap kesehatan. Pengalaman buruk tentang jamur hitam juga dialami pejabat federal MP Lucy Wicks. Dia pernah terinfeksi jamur di rumahnya, sehingga terkena sindrom radang kronis (Chronic Inflammatory Response Syndrome atau CIRS).

“Kulitku rasanya seperti terbakar, otak terasa tidak bekerja dengan baik,” kata MP Lucy Wicks dilansir dari sumber yang sama.

Bersih Bukan Berarti Tak Ada Kuman

Tak dipungkiri, karpet memang punya nilai tambah, baik dari sisi dekorasi maupun fungsi. Namun, perlu Anda sadari pula bahwa serat-serat karpet mudah memerangkap debu, tungau, jamur, bakteri, virus. Bila karpet tak terawat dengan baik, maka jutaan mikroorganisma hidup di dalamnya.

Selain bisa bikin kita sakit, jamur yang tumbuh di karpet mengeluarkan bau apek dan bisa merusak serat-serat karpet sehingga semakin memperparah kodisi karpet.

Jamur karpet bisa berwarna putih, kuning, merah muda, hijau kebiruan, cokelat, bahkan hitam. Berkembang biaknya sangat cepat, lebih-lebih dalam ruang atau udara yang lembap, semisal selama musim hujan.

Penyebaran jamur dimulai dari spora yang biasanya dibawa oleh angin.

Jamur bisa memicu alergi, makanya termasuk alergen sebagaimana debu dan tungau. Jenis jamur yang menimbulkan alergi antara lain Alternaria tennis, Hermodendrum, Cladospora, Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, dan Penicillium (Konthen, 1981).

Selain jamur, merujuk hasil studi para ahli, pada karpet juga ditemukan bakteri. Setiap 1 inci persegi dari luasan karpet terdapat sekitar 200.000 bakteri. Bandingkan dengan jumlah bakteri pada dudukan toilet yang berjumlah sekitar 50 bakteri. Dengan kata lain, karpet 4.000 kali lebih kotor ketimbang dudukan toilet. Jadi, meskipun karpet Anda tampak bersih dan aman-aman saja, tapi bukan jaminan bahwa tak ada kumannya lho!

Tips Membebaskan Karpet dari Jamur

Nah, begitu berisikonya karpet sebagai penyebab penyakit, maka sekaranglah waktunya Anda membebaskan karpet dari sumber penyakit : 

  1. Bersihkan karpet secara rutin. Yang paling bagus adalah dengan menyedotnya. Alat vakum atau penyedot debu bisa melenyapkan berbagai kuman mikroorganisme. Apalagi yang menggunakan teknologi paling tepat. Sebut saja teknologi HydroAllergenic System dengan teknologi Separator yang dimiliki HydroClean. Teknologi ini mampu mengangkat debu sekaligus tungau yang bersarang di karpet. Bukan hanya karpet, juga di matras, sofa, gorden.Sistem HydroAllergenic punya daya isap lebih dari 20.000 rpm. Sistem ini juga dilengkapi dengan air purifier yang memanfaatkan senyawa minyak organik esensial sehingga aman buat anak-anak, bahkan buat bayi. Tak ada bahan kimia berbahaya dan 100% kering.

 

Sedangkan teknologi Separator mampu memisahkan udara, partikel debu dan tungau, juga kuman, yang tersedot 99,96% dalam media air sehingga gak berterbangan ke udara. Jadi, ramah lingkungan karena gak menambah polutan di udara dan tak menimbulkan kerusakan pada barang. Jangan lupa lho, tak semua karpet bisa dicuci dan disikat seperti kita mencuci baju. Maka itu, Anda butuh jasa HydroClean. 

  1. Secara berkala gunakan produk antijamur atau Anda bisa memanfaatkan cuka dan baking soda atau soda kue. Soda kue dapat mengurangi aroma tak sedap karpet yang disebabkan oleh jamur. Taburkan soda kue pada area yang terkena jamur. Diamkan semalaman, lalu bersihkan dengan alat pengisap debu.
  2. Beberapa produk antijamur mengandung klorin-dioksida. Anda perlu berhati-hati karena senyawa kimia ini dapat mengubah warna karpet. Selain itu, senyawa tersebut mengeluarkan uap yang bisa merusak paru-paru dan mata. Waspadalah!
  3. Perbaiki sirkulasi udara ruangan. Aliran udara akan mengurangi kelembapan ruangan, sehingga menghambat perkembang-biakan jamur. Aliran udara juga akan mengurangi efek buruk produk anti-jamur yang Anda gunakan, semisal iritasi pada mata dan paru-paru.
  4. Jemurlah karpet. Sinar matahari yang langsung mengenai karpet selama 24–48 jam dapat menghambat pertumbuhan spora jamur.
  5. Pasang alat pengering udara.Kalau Anda tinggal di wilayah yang berudara lembap atau Anda tak mungkin mengalirkan udara ke dalam ruangan, gunakan saja alat pengering udara. Nyalakan saat malam untuk melenyapkan uap lembap sebelum uap tersebut jatuh di permukaan karpet.
  6. Coba Anda manfaatkan jasa pembersih karpet profesional. Mereka punya pembersih uap khusus yang efektif melenyapkan jamur yang sulit dibersihkan. Sangatlah penting karpet benar-benar kering setelah dibersihkan. Pasalnya, kondisi masih basah atau lembap yang tersisa di karpet akan mengundang dan mendukung pertumbuhan jamur kembali. Selain itu, tanpa alat khusus, penggunaan uap atau air panas bisa merusak karpet.

*

Daftar Bacaan:

https://intisari.grid.id/read/03885547/3-tahun-murid-sd-ini-sakit-terus-ternyata-sumber-penyakit-ada-di-sekolahnya

https://tekno.kompas.com/read/2013/04/20/10341967/awas.bahaya.di.balik.indahnya.karpet

https://id.wikihow.com/Menyingkirkan-Jamur-Karpet

https://batam.tribunnews.com/2017/02/06/wah-ternyata-karpet-lebih-banyak-bakteri-dibanding-dudukan-kloset-ini-hasil-penelitiannya

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *