Tungau Bukan Kutu, Kenali Dong Supaya Kamu Tau!

Pernah dengar orang menyebut kata tungau? Jarang? Atau pernah dengar, tapi kurang paham? Nah, sekarang saatnya Anda perlu tahu apa sebenarnya tungau itu. Tungau adalah hewan mikroskopik (hanya bisa dilihat melalui mikroskop) dan termasuk golongan laba-laba (Arachnida), jadi bukan kutu. Tungau suka hidup di tempat-tempat lembap dan hangat. Mereka menyukai kelembapan kurang lebih 78 Relative Humidity, sekitar 25-31°C. Tungau terdapat di soft furniture yakni matras, sofa, dan karpet yang terpapar kulit manusia.

Meskipun bertubuh mikro, tapi tungau punya kaki delapan lho! Tungau merupakan anggota super-ordo Akarina. Makanya ilmu yang mempelajari seluk-beluk tungau disebut Akarologi.

Karena ukurannya sangat kecil, yakni panjangnya kurang-lebih 420 µm (sekitar 0,5 mm) dan lebarnya sekitar 250-320 µm (kurang dari 0,5 mm), tungau luput dari perhatian hewan pemangsa. Bahkan, luput dari perhatian kita. Karena ukurannya yang mikro itulah, maka tungau jadi lebih mudah menyebar.

Tungua juga mudah beranak-pinak. Kalau kita menengok hasil studi, disebutkan ada sekitar 1,5 juta tungau hanya dari sebuah tempat tidur saja lho! Sekelompok tungau jumlahnya memang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan ekor.

Jeleknya, tungau debu rumah yang nama kerennya Dermatophagoides pteronyssinus itu merupakan penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Semisal jadi penyebab penyakit yang disebut scabies, penyakit gatal-gatal di permukaan kulit yang gampang menular. Alergennya berasal dari enzim-enzim (terutama protease) yang keluar dari perutnya bersama kotorannya.

Nah, tungau debu rumah (house dust mite = HDM) merupakan penghuni matras, kasur, sprei, bantal, sofa, karpet, dan lain-lain bagian rumah. Apa makanannya? Nah ini, sisa-sisa materi organik seperti lupasan kulit kita (serpihan kulit mati) yang sering bertebaran di bagian rumah kita.

Seberapa bahaya sih si tungau itu? Kalau sampe bikin kita mati mah, gaklah ya! Tapi, pastinya menggangu kenyamanan dan kesehatan kita, sehingga bisa menurunkan kualitas hidup kita. Ya siapa sih yang tak terganggu kalau sering gatal-gatal, batuk, bersin, dan lebih parah lagi jadi asma? Jadi, tungau memang tak berbahaya, tapi kotorannya bisa menimbulkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, batuk, bersin dan mencetuskan serangan asma.

Nah, sekarang Anda tahu, bukan? Ada jutaan tungau yang mengintai kenyamanan tidur kita dan keluarga. Lebih-lebih kalau Kasur jarang dibebaskan dari debu. Begitu juga dengan perabot rumah yang lainnya. Anda perlu sebuah penyedot debu atau vacuum cleaner yang mempunyai spesifikasi untuk menyedot tungau agar tungau tak hadir lagi di sekitar rumah. Selain itu, seringlah mengganti sprei dan sarung bantal, juga menjemurnya di bawah sinar matahari.