Dampak Kebakaran Hutan bagi Kesehatan Kita, Simak Yuk!

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini jadi akrab di telinga kita. Hampir setiap hari TV, radio, dan media sosial memberitakannya. Pastinya kita ikut prihatin atas musibah nasional ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 18 September 2019 melansir ada 2.948 titik api di seluruh Indonesia yang berakibat lahan seluas 328.724 hektare terdampak.

Buat masyarakat yang tinggal di dekat kejadian, dampak buruk kebakaran hutan dan lahan tentunya lebih terasa ketimbang yang jauh. Asap pekat kebakaran hutan dan lahan berbahaya bagi kesehatan kita, terutama bagi paru dan pernapasan. Seberapa bahaya? Menurut para pakar, itu tergantung pada konsentrasi asap dan lama paparannya.

Apa saja sih dampak dari kebakaran hutan dan lahan? Mari kita simak yuk!

10 Dampak Buruk Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Kesehatan:

  1. Dampak pada tubuh bagian luar sebut saja kulit dan rambut. Kulit dan rambut menjadi kering dan kusam, juga mengganggu zat yang keluar-masuk melalui pori-pori kulit semisal keringat. Sistem pengeluaran melalui kulit yang terhambat bisa memunculkan jerawat atau kutil atau memperparahnya.
  2. Mengganggu beberapa mukosa (selaput lendir) tubuh, di antaranya mukosa pada mata dan kelopaknya, mukosa pada hidung, bibir, dan mulut. Sakit mata dan tenggrokan mudah muncul.
  3. Paparan asap masuk ke saluran pernapasan kita bisa melalui hidung ataumulut. Partikel asap disinyalir berukuran kurang dari satu mikrometer, bandingkan dengan ukuran rata-rata rambut kita yang 60 mikrometer, kecil sekali kan ukuran asap? Partikel asap yang berukuran di atas 10 mikron, akan banyak tertumpuk di daerah tenggorokan. Sedangkan yang kurang dari 10 mikron bisa masuk sampai saluran napas paling bawah yang disebut dengan alveolus (tertelak di paru). Dari alveolus, asap akan masuk ke paru dan mengeram di situ. Hal ini akan memicu reaksi gangguan fungsi tubuh.
  4. Menurunkan imunitas. Sebelum ke alveolus, asap kebakaran hutan dan lahan ini akan memengaruhi sistem pertahanan tubuh kita. Pada saat daya tahan tubuh melemah, maka akan merangsang proses peradangan. Infeksi kuman mudah terjadi.
  5. Mengisap asap kebakaran hutan dan lahan sebenarnya sama saja dengan mengisap rokok, bisa menimbulkan penyakit paru obstruktif kompulsifatau dikenal juga dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Meskipun butuh waktu lama untuk terjadinya penyakit ini. Yang sering terjadi bila terhirup asap kebakaran hutan dan lahan dalam waktu lama adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penyakit ini bisa menggerogoti daya tahan tubuh, sehingga kita mudah diserang virus dan kuman lainnya.
  6. Mencetuskan alergi dan asma. Asap dan udara kotor bisa mencetuskan proses alergi, semisal orang yang tadinya tidak memiliki asma justru bisa terkena apabila terpapar asap kebakaran hutan dan lahan.
  7. Bagi yang sudah mengidap asma atau penyakit paru kronis lainnya semisal bronkhitis kronik, asap kebakaran hutan dan lahan akan memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya.
  8. Kelelahan. Kalau kemampuan kerja paru menurun sebagai akibat kesulitan bernapas karena asap kebakaran hutan dan lahan, maka orang gampang kelelahan. Hal ini tentunya kabar buruk bagi produktivitas orang tersebut.
  9. Penyakit kronik memburuk. Bagi mereka yang berusia lanjut, anak-anak, dan ibu hamil, yang punya riwayat penyakit kronik dengan daya tahan tubuh rendah, akan lebih rentan mendapat gangguan kesehatan.

Dalam suatu kejadian kebakaran hutan dan lahan, dilaporkan bahwa dampaknya bagi anak-anak jadi berkemampuan kognitif yang rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terpapar asap.

Sekadar tahu saja, kognitif merupakan kemampuan aktivitas mental manusia yang bermanfaat untuk berpikir, mengingat, belajar, dan menggunakan bahasa. Juga termasuk kemampuan atensi, memori, pertimbangan, solusmasalah, serta kemampuan eksekutif yakni merencanakan, menilai, mengawasi, dan mengevaluasi. Dampak buruk ini terjadi disinyalir karena kemampuan kognitif anak-anak masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan.

10. Polutan yang ada di asap kebakaran hutan dan lahan yang jatuh ke permukaan bumi, mungkin dapat menjadi sumber polutan yang menyebabkan polusi di sarana air bersih, dan makanan yang dikonsumsi.

7 Tips Proteksi Diri dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Upaya pokok tentu saja sumber asap harus disetop. Hal ini bukan perkara mudah dan murah lho! Pasalnya, melibatkan berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat di sekitarnya.

Lantas, kalau dari kita sendiri apa saja yang bisa kita upayakan?

Menurut para pakar kesehatan, hal-hal berikut ini bisa kita lakukan:

  1. Proteksi diri dengan mengurangi interaksi atau aktivitas di luar ruangan. Dalam kondisi darurat asap kebakaran hutan dan lahan, sebaiknya kita lebih banyak berada dalam ruangan ketimbang di luar.
  2. Pakai masker. Tapi, jangan sembarang masker, pilihlah yang direkomendasikan semisal masker N95.
  3. Banyak minum air putih dan kunsumsi makanan sehat seimbang (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral).
  4. Jangan segan konsultasi ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan.
  5. Karena lebih banyak di dalam ruangan, maka minimalisasi udara kotor dalam ruangan. Bersihkan ruangan rumah dari paparan polusi debu dan asap. Memasang penyaring udara di rumah juga merupakan langkah yang baik.
  6. Gunakan alat pemurni udara atau air purifier di ruangan.
  7. Untuk lebih menyehatkan ruangan, bisa pula dengan memanfaatkan lampu UV dan ozon sebagai alat desinfektan. Dalam hal ini, Hydroclean yang merupakan pioner jasa premium pembersih tungau dan debu, punya layanan MicroTech–Ray. Tertarik?

**

Daftar Bacaan:

https://bandung.kompas.com/read/2019/09/23/14525191/apa-dampak-asap-kebakaran-hutan-dan-lahan-bagi-tubuh-manusia?page=all

https://tirto.id/bahaya-asap-karhutla-yang-masuk-dan-bertahan-dalam-tubuh-einT

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-49738855

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/bahaya-asap-kebakaran-hutan/

https://lifestyle.bisnis.com/read/20140314/220/210887/8-dampak-asap-kebakaran-terhadap-kesehatan

Spread the love