Bebaskan Toilet dari Kuman dengan MicroTech-Ray

Toilet merupakan salah satu barometer kebersihan dan kesehatan sebuah rumah. Begitu pula dapur. Kalau kita ingin tahu seberapa bersih dan sehatnya sebuah rumah, kita bisa melihat dari kondisi toilet dan dapurnya.

Kalau ruang tamu tak usah disangsikan lagilah, pastinya tuan rumah akan mencurahkan perhatiannya pada ruang ini agar selalu bersih dan rapi. Pasalnya, ruangan yang biasanya terletak di bagian depan rumah ini sering digunakan unuk menerima tamu.

Okelah, Anda mungkin termasuk orang yan resik karena selalu menjaga kebersihan toilet. Namun, tau gak Anda? Meskipun toilet dan kamar mandi Anda tampak bersih berkilau, tapi jangan lupa bahwa ruang privasi ini tetap saja menyimpan segudang virus dan bakteri. Kondisi toilet yang cenderung lembap atau basah memang disukai mikroorganisma untuk hidup beranak-pinak.

Coba kita tengok saja flusher WC (gagang penyiram toilet). Bagian toilet yang nyaris setiap hari kita pegang ini terkontaminasi ribuan kuman bakteri. Emang gak kelihatan sih. Pada saat Anda memegang atau memencet flusher WC, tangan Anda sebenarnya sudah kontak dengan kuman yang berdiam di situ.

Jurnal Applied Microbilogy menyebutkan, toilet memang merupakan tempat bersarangnya kuman, baik virus maupun bakteri. Langkah terbaik mencegah terkontaminasi kuman adalah dengan selalu mencuci tangan Anda dengan sabun setelah menggunakan toilet.

Bagaimana dengan dudukan toilet? Risiko tempat duduk toilet relatif rendah dibandingkan dengan banyak tempat berkuman lainnya. Namun, permukaan keras seperti porselen pada dudukan toilet disinyalir mampu menampung bakteri dan virus, yang terkadang sanggup bercokol sampai berhari-hari.

Banyak studi telah menemukan bahwa banyak bakteri berbahaya di dudukan toilet, sebut saja bakteri jenis Staphylococcus, norovirus (bakteri jenis serangga yang biasa terdapat di kapal), E. coli, Shigella, dan Streptococcus. Mikroba-mikroba itu berasal dari tinja atau muntahan.

Studi juga menunjukkan banyak permukaan lainnya di kamar mandi yang berkuman selain di pegangan flusher, yakni kait pintu toilet, pegangan keran, bahkan pengering tangan disebutkan lebih berkuman daripada dudukan toilet.

Kuman Apa Saja yang Ada di Toilet?

Seperti dikutip dari webmd.com, Philip M Tierno, Jr, Ph D, Direktur Klinik Mikrobiologi dan Diagnostik di RS Tischh, New York University Medical Central, mengatakan, ada beberapa kuman, baik virus maupun bakteri yang tersebar di kamar mandi dan toilet:

1. Virus Pencernaan (Gastrointestinal viruses)

Jenis virus ini berkembang biak di toilet dan dapat masuk ke dalam tubuh kalau kita tidak cuci tangan setelah menggunakan toilet. Norovirus atau gastroentritis bisa menyebar melalui tinja dan cairan muntah. Kontaminasi bisa bersumber dari tangan, dudukan toilet, atau permukaan yang disentuh oleh orang yang terinfeksi virus itu.

“Norovirus sangat mudah berpindah antar-orang. Semakin lembap suatu tempat, maka semakin mereka menyukainya,” kata Sallu Bloomfield, Ketua International Scientific Forum on Home Gygiene.

2.  Virus Pernapasan

Ini jenis virus penyebab flu dan pilek (selesma). Biasanya menyebar melalui batuk, bersin, atau cairan hidung. Kamar mandi adalah lingkungan yang ideal bagi mereka untuk menyebar melalui permukaan yang disentuh tangan.

3. Bakteri Patogen di Pencernaan (Enteric pathogens)

Bakteri ini tersebar melalui makanan yang telah terkontaminasi. Umumnya bakteri ini terbawa melalui tinja. Bakteri ini banyak ragamnya: E. coli, salmonella, shigella, campylobacter, E. coli 0157:H7 (yang menyebabkan diare diikuti pendarahan).

4. Patogen Kulit (Staphylococcus aerus)

Bakteri ini menyerang kulit dan pernapasan. Yang paling buruk adalah kalau sudah masuk ke peredaran darah. Kuman paling berbahaya adalah MRSA (methicillin-resistant Sthapylococcus aureus). Bakteri ini sulit diatasi karena sudah kebal terhadap antibiotik.

5. Jamur kulit (Dermatophitic fungi)

Jamur ini bisa menular antaranggota keluarga yang tidak memakai alas kaki di kamar mandi. Jamur ini hidup dan berkembang biak di kaki yang menimbulkan bau pada kaki.

Sangatlah penting untuk membersihkan kamar mandi, menyikat lantai dengan desinfektan, serta memberikan ventilasi yang cukup agar udara kamar mandi tidak terlalu lembap. Jangan lupa pula untuk selalu mencuci tangan dengan sabun agar terhindar dari kontaminasi kuman.

Cara terbaik untuk menghilangkan kuman virus dan bakteri adalah dengan rutin membersihkan semua permukaan di kamar mandi termasuk toilet seminggu sekali. Bersihkan secara lebih saksama sebulan sekali.

Di dunia industri, penyinaran dengan ultra-violet (UV) dan ozon (O³) untuk mencegah kontaminasi kuman sudah dikenal cukup lama. Lampu UV banyak pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat proses desinfektan (pensteril kuman).

Hydroclean yang merupakan pioner jasa premium pembersih tungau dan debu, punya layanan yang diberi nama MicroTech–Ray. Micro Tech-Ray adalah penyinaran menggunakan sinar UV dan ozon untuk mencegah infeksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme dan mematikan bakteri, kuman, dan virus dengan efektivitas hingga 99,9%.

Dengan menggunakan lampu UV, kamar mandi termasuk toilet akan disinari selama 30-60 menit (tergantung luas ruangan). Kamar mandi dan toilet Anda selain bersih dari debu dan tungau, juga bebas dari kuman penyakit secara efektif. Tertarik?

*

Daftar Bacaan :

https://lifestyle.kompas.com/read/2015/10/01/170000323/Penyakit.yang.Bersumber.dari.Bakteri.yang.Hidup.di.Kamar.Mandi

https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/19/481/1798781/awas-flusher-wc-terpapar-ribuan-jenis-bakteri-kuman-dan-virus-penyebab-penyakit-infeksi

https://www.fimela.com/beauty-health/read/3710439/ternyata-banyak-bakteri-di-kamar-mandi

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150728114212-255-68549/penyakit-penyakit-yang-bisa-menular-lewat-dudukan-toilet

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *