Tips Memilih dan Merawat Karpet

karpet

Karpet bukan sekadar unsur interior yang bisa memperindah sebuah ruangan. Tapi, juga punya beberapa fungsi yang mendukung kenyamanan para penghuni rumah, semisal nyaman saat penghuni rumah menapaki lantai. Karpet juga bisa mengimbangi dinginnya lantai ruangan saat.

Nah, kalau bicara soal fungsi karpet untuk ruangan, sebaiknya kita tak sembarang lho menempatkan karpet begitu saja di ruangan. Berikut ini tips agar kehadiran karpet benar-benar fungsional di ruangan:

Tentukan ruangan yang berkarpet

Ruangan di rumah tentunya berfungsi beda-beda, maka itu tentukan dulu ruangan mana saja yang akan Anda tempatkan karpet. Untuk ruang keluarga dan ruang makan, coba pilih jenis karpet berbulu pendek seumpama berber atau loop-pile. Karpet jenis ini terbuat dari gabungan bahan wol, nilon, dan prolipropilin yang kuat dan tebal, tak mudah berkerut, dan mudah dibersihkan. Kalau untuk ruangan yang lebih personal yakni kamar tidur atau ruang kerja, bisa menggunakan karpet berbulu panjang dan tebal agar terasa lembut dan nyaman saat dipijak.

Tentukan motif dan warna karpet

Kalau sudah menemukan warna dominan pada sebuah ruangan, maka motif dan warna karpet bisa senada, atau malah beda dengan tujuan menjadi fokus atau aksen bagi ruangan tersebut. Nah, dengan daya kreativitas Anda, tentukan karpet yang pas buat ruangan.

Kalau sudah mendapatkan karpet yang cocok untuk setiap ruangan, jangan lupa untuk merawatnya secara rutin.

Merawat karpet bulu

Kalau Anda memilih karpet bulu dan permadani berbahan sensitif di rumah, tentunya butuh ekstra hati-hati saat membersihkannya. Untuk membebaskannya dari debu dan tungau, bisa divakum atau disedot. Kalau Anda tak cukup punya waktu untuk merawat karpet-karpet di rumah, tinggal panggil penyedia jasa sedot debu dan tungau yang terpercaya.

Kalau untuk mengatasi bau tidak sedap, semisal bau rokok, taburi permadani dan karpet bulu dengan bedak bayi. Diamkan semalaman agar bedak menyerap bau, lalu sedot sisa-sisa bedak memakai mesin pengisap debu. Untuk praktisnya, Anda juga bisa memanfaatkan jasa penyedot debu dan tungau yang menyediakan layanan membebaskan karpet dari bau.

Bersihkan karpet secara berkala

Karpet sebaiknya dibersihkan secara berkala agar kesehatan dan kenyaman para penghuni rumah terjaga. Meski terlihat bersih, sebenarnya tetap saja ada debu atau kotoran, tungau, atau bakteri yang tak kelihatan, yang bisa saja menumpuk dan berdampak buruk bagi kesehatan keluarga.

Jangan cuci karpet dengan detergen

Hindari penggunaan detergen atau cairan-cairan pembersih yang mengandung sabun saat membersihkan karpet. Busa pada sabun dapat meninggalkan residu yang malah mengikat debu di karpet. Selain itu, residu pada sabun juga membuat karpet menjadi gampang sobek.

Tips Merawat Sofa Bau

Bayangkan saja kalau pas kita mau duduk di sebuah sofa tercium bau. Ya, gak enak kan? Nah, apalagi kalau yang mau duduk itu ternyata tamu di rumah kita. Lebih gak enak lagi kan?  Cara yang paling gampang untuk mengatasi bau di sofa ya ganti sofanya. Tapi, kalau kita mau menghemat (apalagi kalau sofanya berharga mahal), ya sebaiknya tahu cara merawat sofa dan mencegah bau yang bisa muncul.

Berikut beberapa hal tentang sofa yang sebaiknya kita tahu:

  1. Ketimbang kulit, material kain untuk sofa lebih mudah diatasi kalau bau. Sofa berbahan kain juga dapat diganti warna dan motifnya sering-sering. Kalau yang bermaterial kulit tentu menyedot isi kocek kalau sering ganti, ya kan?
  2. Kalau ada noda yang terjatuh pada sofa, langsung bersihkan dengan tisu basah. Jika dibiarkan berlarut, maka akan membekas dan bau.
  3. Seminggu sekali bersihkan debu yang menempel di sofa. Debu yang menumpuk pada sofa, selain memudarkan warna sofa sehingga tampak kusam, juga menyimpan tungau dan bakteri. Bisa juga ada kutu busuk. Maka, gunakan vacum cleaner untuk menyedot debu.
  4. Setelah dibersihkan, kadang sofa masih tetap bau. Kalau sudah begitu Anda bisa menggunakan steam cleaner.
  5. Kalau sofa berbahan kain, cara membersihkannya tergolong mudah. Bisa menggunakan kemoceng atau mesin penyedot debu untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel pada permukaan sofa atau sela-sela kain.
  6. Kalau sofa Anda berbahan kulit, kesannya memang lebih mewah. Tapi, jangan lupa merawatnya lebih teliti ketimbang sofa berbahan kain.
  7. Sejenis pelembap khusus kulit sofa perlu juga digunakan untuk menjaga kualitas kulit sofa agar tidak mudah kering dan pecah-pecah. Kalau ada noda membandel seperti cairan tinta atau goresan, sebaiknya gunakan cairan khusus pembersih kulit sofa.
  8. Jangan menggunakan detergen dan sikat untuk membersihkan sofa kulit karena kulit pelapis sofa akan pecah-pecah.
  9. Kalau sofa Anda berbahan suede memang kesannya keren. Tapi, merawatnya lebih rumit lho dibandingkan dengan sofa bahan kain atau kulit. Gunakan sikat khusus untuk membersihkan debunya. Anda bisa mencari sikat khusus seperti ini di gerai peralatan rumah tangga. Cara menyikatnya, sikat dengan gerakan searah dengan serat untuk menghindari goresan dan kerusakan pada permukaan kain.
  10. Bahan suede sangat rentan terhadap noda cairan dan minyak karena dapat menyebabkan kain terlihat memudar. Cara membersihkannya bisa menggunakan cuka putih yang diolesi tipis secara perlahan. Kemudian gunakan tepung maizena di atasnya. Tepung maizena terbukti ampuh dalam menyerap noda. Lalu, gunakan sikat khusus dan menyikatnya dengan perlahan.

5 Cara Agar Kamar Anak Bebas Alergi Tungau dan Debu

Anak sehat tentunya menambah kebahagiaan orangtua. Selain tentunya anak yang sehat membebaskan kocek orangtua dari pengeluaran untuk berobat.

Tapi, anak yang sehat tak tercipta begitu saja kan? Perlu penjagaan dan kepedulian orangtua akan faktor-faktor yang menyebabkan dia bisa tetap sehat.

Kalau anak sering alergi atau untuk mencegahnya dari gangguan kesehatan yang satu ini, maka salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah kebersihan kamar tidurnya. Jangan lupa, sebagian besar waktu anak dihabiskan di kamar tidur, paling tidak sepertiga lebih dari waktunya sehari adalah untuk tidur. Nah, gimana pula kalau kamar tidurnya tak bersih? Ya, lama-lama anak bisa alergi kalau terus saja terpapar alergen debu dan tungau.

Berikut ini ada lima langkah agar kamar anak bebas alergi:

1. Pilih Perabot dengan Desain Simpel

Untuk kamar anak yang alergi, lebih baik tempatkan perabot atau furnitur dengan desain yang sederhana. Tempat tidur, lemari baju, dan meja belajar, pilih yang berdesain simpel. Kalau desainnya rumit, maka sulit untuk membersihkan celah-celahnya. Jangan menggantung baju di kamar, simpan saja baju tersebut dalam lemari atau kotak agar tak ada debu yang menempel.

2. Wujudkan Sirkulasi dan Cahaya yang Baik

Bukalah jendela saat pagi, yakni saat udara masih segar. Tapi, tutup saat siang karena cahaya matahari bisa bikin kamar anak jadi panas. Kunci membuat kamar tetap segar dan sehat adalah membuat sirkulasi udara dan cahaya yang baik.
Selain itu, juga ukuran jendela cukup lebar agar banyak udara yang bisa keluar-masuk kamar. Sebaiknya letak jendela pada lokasi yang bisa bersentuhan langsung dengan sinar matahari karena bagi penderita asma dan alergi, kualitas udara dalam rumah sangatlah penting.

Kalau kamar anak menggunakan AC atau pendingin udara, pastikan rutin mengganti filternya. Pastikan juga saluran udara atau ventilasi kamar anak tak terhalang dan cukup besar agar berfungsi secara efektif. Selain itu, untuk kamar anak yang alergi, pilih lantai kayu karena lebih ramah bagi penderita asma dan alergi.


3. Kalau Bisa Jangan Memilih Material Kain

Sebisa mungkin untuk kamar anak yang alergi tak menempatkan barang-barang yang bermaterial kain, semisal sofa atau gorden berbahan kain. Pilih yang terbuat dari material plastik atau kayu, sehingga mencegah debu menebal dan tungau beranak-pinak. Jangan pula menempatkan karpet berbulu di kamar anak yang suka alergi.


4. Secara Berkala Cuci Barang-barang di Kamar Anak

Sprei, sarung bantal, selimut, atau apa pun benda-benda yang ditempatkan di kamar anak, jangan lupa mencucinya secara berkala semisal setiap satu atau dua minggu sekali dengan air yang hangat.


5. Memvakum kamar anak

Sprei, sarung bantal, selimut, atau apa pun benda-benda yang ditempatkan di kamar anak, jangan lupa mencucinya secara berkala semisal setiap satu atau dua minggu sekali dengan air yang hangat.

Pilek Alergi Pada Anak, Waspadai Penyebabnya dan Kenali Gejalanya.

Penghuni rumah ada yang sering pilek? Mungkin penyebabnya bukan sekadar udara dingin atau virus. Bagaimana kalau penyebabnya adalah debu? Karena debu dan tungau merupakan alergen (zat pemicu alergi). Nah, wujud alergi yang terjadi pada hidung disebut rinitis alergik (pilek alergi).

Menurut Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A (K), dalam bukunya, Mengenal Alergi pada Anak, fungsi utama hidung adalah untuk saluran udara, penciuman, humidifikasi atau melembapkan udara yang dihirup, dan melindungi saluran napas bawah. Perlindungan ini dengan cara menyaring partikel, transpor oleh bulu getar selaput lendir, membunuh kuman yang masuk, antivirus, kekebalan saluran napas, dan resonan suara.

Dokter Zakiudin juga menyatakan, reaksi selaput lendir hidung akan menimbulkan gejala penyumbatan aliran udara, pengeluaran lendir, bersin, dan rasa gatal. Jika tidak terdapat gangguan bentuk tulang hidung, maka sumbatan hidung disebabkan oleh pembengkakan selaput lendir, dan lendir yang kental (kita mengenalnya sebagai ingus).

Penampakan klinis rinitis alergik atau pilek alergi umumnya baru nyata pada anak berusia di atas 4-5 tahun. Angka kejadiannya meningkat secara progresif dan mencapai 10-15 persen pada usia dewasa.

Apa saja sih gejala pilek alergi?

Gejala pilek alergi atau rinitis alergik bisa merupakan gatal di hidung dan mata, bersin, keluar cairan dari hidung, hidung tersumbat, dan bernapas melalui mulut. Bernapas melalui mulut ini sering terjadi saat malam yang bisa menimbulkan gejala tenggorokan kering, mengorok, gangguan tidur, dan rasa capek saat siang.

Gejala yang lainnya berupa suara sengau, gangguan penciuman dan pengecapan, dan sinusitis (peradangan sinus). Gejala kombinasi antara bersin, ingusan, dan hidung tersumbat, adalah gejala yang paling sering kita alami kalau lagi pilek. Tentunya gejala ini mengganggu dan menjengkelkan.

Pilek alergi pada anak akan bertambah berat sejalan dengan pertambahan usia. Kalau didiamkan saja, kadangkala rinitis alergik menjadi masalah serius pada masa tua. Cara mengatasi atau mencegah pilek alergi antara lain dengan menghindari alergen penyebabnya.

Dalam hal penyebabnya adalah debu dan tungau rumah, maka Anda harus rajin memvakum rumah dengan vacuum cleaner yang berkualitas bagus atau menggunakan jasa pembersih tungau seperti HydroClean.id.

HydroClean.id dapat menjadi solusi Anda untuk jadi pembersih tungau kasur, pembersih tungau di sofa, pembersih tungau di soft furniture, dan masih banyak lagi. Segera hubungi HydroClean.id untuk menghilangkan tungau di rumah Anda.

Bebaskan Anak dari Debu dan Tungau Kasur!

Alergi memang bisa diderita siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Tapi, alergi pada anak tentunya harus lebih mendapat perhatian. Kenapa? Karena anak sedang bertumbuh dan berkembang. Kalau anak sering mengalami alergi, maka akan mengganggu proses tumbuh-kembangnya. Alhasil, pertumbuhan dan perkembangan anak tak optimal.

Di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, angka kejadian alergi meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp. A (K) dalam bukunya, Mengenal Alergi pada Anak, reaksi alergi tidak terjadi secara mendadak. Reaksi alergi butuh waktu yang disebut sensitisasi, yaitu masa sejak kontak dengan alergen sampai terjadinya reaksi alergi, semisal asma.

Asma atau sering disebut bengek adalah salah satu bentuk reaksi alergi. Reaksi ini dicetuskan oleh yang namanya alergen atau zat pencetus reaksi alergi. Pencetus asma bisa beberapa alergen, di antaranya adalah debu rumah dan kutu kasur, serta tungau kasur.

Kita harus mencegah anak dari asma karena seperti sudah disebutkan di atas, penyakit ini tak mendadak datangnya. Kalau anak dibiarkan terpapar alergen dalam waktu yang lama, ya dia bisa menderita asma. Menurut dr. Zakiudin, asma pada anak akan berdampak terhadap tumbuh-kembangnya di kemudian hari. Asma yang menjadi kronis atau menahun akan menyebabkan kerusakan saluran napas yang permanen. Artinya, struktur jalan napas si anak berubah dari normal.

Selain asma, menurut dr. Zakiudin, alergen juga bisa menyebabkan bentol-bentol dengan rasa gatal pada kulit anak. Bentol dan gatal sebagai reaksi alergi ini bisa berlangsung sebentar tapi bisa juga beberapa hari, minggu, bulan, bahkan sampai tahunan.

Tungau Kasur
Bagaimana dengan tungau kasur? Tungau Kasur bisa menjadi penyebab alergi pada anak. Kalau kotorannya bercampur debu dan tertiup di udara, maka bisa masuk ke jalan pernapasan anak. Kalau sudah masuk, bisa menyebabkan bersin-bersin atau pada beberapa anak asmanya jadi kumat. Selain itu kotoran tungau juga bisa menyebabkan bentol-bentol dengan rasa gatal pada kulit anak.

Apa sih tungau itu? Tungau merupakan hewan mikroskopik (hanya bisa dilihat melalui mikroskop) dan termasuk golongan laba-laba (Arachnida), jadi bukan kutu. Tungau suka hidup di tempat-tempat lembap dan hangat. Karena ukurannya yang mikro itulah, maka tungau jadi lebih mudah menyebar. Gampang pula beranak-pinak. Hasil studi menyebutkan bahwa ada sekitar 1,5 juta tungau hanya dari sebuah tempat tidur saja.

Selain menyebabkan alergi pada anak, tungau debu rumah yang nama kerennya Dermatophagoides pteronyssinus itu merupakan penyebar penyakit (vektor) scabies atau kudis, yakni penyakit gatal-gatal di permukaan kulit yang gampang menular. Jika anak terkena kudis, maka sangat rentan menularkannya kepada penghuni rumah. Kalau anak sampai demam, berarti kondisinya sudah sangat parah tuh!

Tak Cukup Sekali
Untuk mencegah atau membasmi tungau kasur dengan efektif, bisa menggunakan vacuum cleaner. Salah satu vacuum cleaner yang paling tepat untuk membasmi tungau kasur adalah yang berteknologi HydroAllergenic System yang mampu mengangkat debu sekaligus tungau yang bersarang di kasur atau tempat tidur.

Sistem HydroAllergenic bisa mengisap debu dan tungau dengan daya isap lebih dari 20.000 rpm dengan teknologi Separator berkemampuan memisahkan partikel udara, debu dan tungau. Sistem ini juga dilengkapi dengan air purifier yang memanfaatkan senyawa minyak organik esensial, sehingga aman buat anak-anak, bahkan buat bayi sekalipun. Tak ada bahan kimia berbahaya dan 100% kering.
Jadi, boleh dibilang ramah lingkungan karena tak menambah polutan di udara. Juga sangat ampuh melenyapkan debu dan tungau kasur tanpa menimbulkan kerusakan pada kasur atau tempat tidur.

Jadi, rajin-rajinlah memvakum tempat tidur untuk mencegah perkembangbiakan tungau kasur. Perlu diingat, tungau kasur mungkin tak akan langsung hilang dalam satu kali penyedotan, sehingga Anda perlu memvakum kasur dan tempat tidur berulang-ulang agar pemicu penyakit alergi dan gatal-gatal pada anak itu benar-benar hilang. Sayang anak? Rajin-rajinlah menyedot tempat tidurnya.
*

Ayo, Bebaskan Rumahmu dari Debu!

Ayo, Bebaskan Rumahmu dari Debu!

Kenapa rumah harus bebas debu? Karena debu bisa merupakan alergen yang mengakibatkan bersin-bersin, batuk-batuk, sesak napas, gatal-gatal di kulit. Lebih-lebih kalau pada debu ada tungaunya. Sayangnya, debu kadang tak terlalu terlihat. Kalau sudah menebal, baru deh kelihatan. Makanya, jangan nunggu sampai debu menimbun di rumah baru kita bersihkan. Bebaskan seluruh ruangan rumah dan perabot dari debu secara teratur. Yang praktis dan efektif sih tentu saja dengan menyedotnya. Kalau hanya menggunakan sapu, kurang efektif.

Berikut tips agar rumah bebas dari debu:

  1. Jaga Kebersihan Rumah

    Menyapu dan mengepel lantai di semua ruangan rumah setiap hari akan mengurangi kesempatan debu untuk menumpuk. Gunakan penyedot debu dan perawatan khusus untuk membersihkan karpet, sofa, matras, kasur, dan sebagainya.

    Sehari-hari hindari membawa masuk sepatu, makanan, dan hewan peliharaan ke dalam kamar tidur. Gunakan bedcover (selimut penutup tempat tidur) di setiap tempat tidur untuk mencegah tungau mampir di sprei.

  2. Pilih Perabot Berpermukaan Kayu

    Sebagaimana halnya kasur, permukaan karpet bisa jadi sarang tungau dan debu. Kita tak benar-benar bisa melihat ketika tungau berkembang biak di celah-celah serat karpet. Nah, kalau kita pilih perabot yang permukaannya dari kayu, maka kita gampang melihat saat timbunan debu mulai terbentuk, sehingga bisa membersihkannya segera. Tapi, ya jangan tunggu hingga sudah kelihatan tumpukan debu, baru kita bersihkan. Sedot debu secara teratur walaupun belum terlihat.

  3. Jaga Kebersihan Gorden

    Kalau rumah memakai gorden atau tirai, pastikan menjaga kebersihannya. Vakum tirai seminggu sekali, dan cuci sebulan sekali. Perhatikan kebersihan gorden, terutama selama jendela dalam keadaan terbuka. Kita kan tak tahu jenis makhluk kecil apa yang menempel di gorden saat angin bertiup.

  4. Pilih Desain Furnitur Sederhana

    Desain furnitur yang sederhana semisal untuk sofa, tempat tidur, lemari, dan meja, tanpa banyak celah atau lekukan tentunya lebih gampang dibersihkan ketimbang yang modelnya berliku-liku. Debu yang bersembunyi di celah dan permukaan yang tidak rata tentunya akan lebih sulit terjangkau untuk dibersihkan.

  5. Atur Kelancaran Sirkulasi Udara dan Cahaya

    Kunci membuat ruangan rumah tetap segar dan sehat adalah dengan mengatur sirkulasi udara dan cahaya yang baik. Untuk mewujudkannya, bukalah jendela saat pagi dan tutup saat matahari terik.

  6. Semua Alas Kaki Tinggalkan di Luar Rumah

    Alas kaki yang digunakan di luar rumah lebih baik tak usah dibawa masuk ke dalam rumah. Kita kan tak pernah tahu kotoran apa yang menempel di alas kaki tersebut. Mungkin saja ada jutaan organisme yang tak terlihat yang bisa jadi pemicu alergi penghuni rumah.

Karpet Bersih untuk Keluarga yang Lebih Sehat!

Karpet Bersih, Penghuni Rumah pun Tambah Sehat!

Ada karpet di rumah? Biasanya adalah ya. Pasalnya, karpet merupakan unsur interior atau elemen dekoratif yang selain mempercantik ruangan juga bersifat fungsional, semisal kita bisa duduk-duduk sambil leyeh-leyeh di karpet, anak-anak juga suka bermain di atas karpet, bukan? Tapi, jangan lupa juga bahwa karpet butuh perawatan rutin, bahkan perawatan serius lho! Karpet yang dirawat selain enak dipandang juga tak akan mengganggu kesehatan penghuni rumah. Tak mau kan kalau ada anggota keluarga kita yang kesehatannya terganggu?

Akan tetapi, sayangnya, material karpet tuh gampang sekali menyerap air, remah-remah makanan, kutu hewan peliharaan, debu, kotoran, juga tungau. Kalau sudah begini, bisa saja karpet di rumah kita jadi sarang tungau. Memvakum (menyedot) karpet secara teratur itu bisa jadi solusi yang efektif.

Alat vakum atau penyedot debu bisa melenyapkan berbagai mikroorganisme, termasuk tungau. Apalagi yang menggunakan teknologi paling tepat untuk membersihkannya. Sebut saja teknologi yang menggunakan HydroAllergenic System dengan teknologi Separator yang mampu mengangkat debu sekaligus tungau yang bersarang di matras, karpet, dan furnitur, serta barang yang lainnya di dalam rumah.

Sistem HydroAllergenic punya kemampuan bisa mengisap debu dan tungau dengan daya isap lebih dari 20.000 rpm. Sedangkan teknologi Separator mampu membersihkan partikel debu dan tungau. Sistem ini juga dilengkapi dengan air purifier yang memanfaatkan senyawa minyak organik esensial, sehingga aman buat anak-anak, bahkan buat bayi sekalipun. Tak ada bahan kimia berbahaya dan 100% kering.

Sedangkan teknologi Separator mampu memisahkan udara, partikel debu, dan tungau yang tersedot 99,96% dalam media air, sehingga tidak berterbangan ke udara. Jadi, boleh dibilang ramah lingkungan karena tak menambah polutan di udara. Selain tentunya sangat ampuh membersihkan debu, tungau, bakteri, rambut dan jamur, tanpa menimbulkan kerusakan pada barang yang disedot atau dibersihkan dari debu. Jangan lupa juga, tak semua karpet bisa dicuci dan disikat seperti kita mencuci baju. Makanya dibutuhkan penyedot debu dan kotoran yang khusus.

Kabar baiknya, peyedot debu (vacuum cleaner) bukan cuma buat menyedot debu karpet lho! Tapi, juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai dan perabot rumah semisal rak, lemari, kasur, dan sofa. Jadi, serbaguna untuk menyedot semua debu rumah.

Berikut 4 hal yang butuh kamu lakukan untuk menjaga kebersihan dan keawetan karpet yang disarankan oleh para ahli:

Gunakan Keset

Peluruh kotoran kaki atau alas kaki (sandal dan sepatu) yang kita sebut keset, itu barang sederhana yang sangat berguna untuk mengurangi tanah, pasir, dan kotoran sebelum kita masuk rumah. Jadi, ketika kaki menapak di karpet, tinggal sisa-sisa kotorannya saja. Keset jadi penyeleksi pertama untuk mencegah debu dan kotoran yang menempel di karpet. Dengan kata lain, meminimalisasi kotoran dan debu karpet.

Jangan Tunda Membersihkannya

Kalau karpet terkena noda atau tumpahan sesuatu, segeralah membersihkannya. Langkah sigap ini selain lebih memudahkan kamu saat menyedotnya, juga akan mengurangi karpet lebih banyak menyedot tumpahan tersebut dan menyimpannya di serat-seratnya. Kalau hal ini terjadi, akan mengundang mikroorganisma bersarang di situ.

Vakum Sesering Mungkin

Kalau bisa setiap hari kita memvakum karpet. Kenapa setiap hari? Karena penghuni rumah kan juga beraktivitas setiap hari. Aktivitas ini memunculkan kotoran dan bau. Penyedot debu membantu membersihkan kotoran, debu, remah makanan, sebelum kesemua itu ‘tenggelam’ jauh ke serat karpet.

Cermati Penempatan Karpet

Di mana karpet ditempatkan, ternyata berpengaruh lho pada keawetannya. Sebaiknya kita tak menempatkan karpet di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Selain bikin cepat rusak seratnya, juga bikin cepat pudar warnanya. Sayang kan, kalau karpet (apalagi kalau harganya mahal) itu tak berumur panjang. Selain itu, sesekali ubah juga posisi karpet agar bagian karpet yang sering diinjak atau dilewati tak cepat gundul.

Tungau Bukan Kutu, Kenali Lebih Jauh!

Tungau Bukan Kutu, Kenali Dong Supaya Kamu Tau!

Pernah dengar orang menyebut kata tungau? Jarang? Atau pernah dengar, tapi kurang paham? Nah, sekarang saatnya Anda perlu tahu apa sebenarnya tungau itu. Tungau adalah hewan mikroskopik (hanya bisa dilihat melalui mikroskop) dan termasuk golongan laba-laba (Arachnida), jadi bukan kutu. Tungau suka hidup di tempat-tempat lembap dan hangat. Mereka menyukai kelembapan kurang lebih 78 Relative Humidity, sekitar 25-31°C. Tungau terdapat di soft furniture yakni matras, sofa, dan karpet yang terpapar kulit manusia.

Meskipun bertubuh mikro, tapi tungau punya kaki delapan lho! Tungau merupakan anggota super-ordo Akarina. Makanya ilmu yang mempelajari seluk-beluk tungau disebut Akarologi.

Karena ukurannya sangat kecil, yakni panjangnya kurang-lebih 420 µm (sekitar 0,5 mm) dan lebarnya sekitar 250-320 µm (kurang dari 0,5 mm), tungau luput dari perhatian hewan pemangsa. Bahkan, luput dari perhatian kita. Karena ukurannya yang mikro itulah, maka tungau jadi lebih mudah menyebar.

Tungua juga mudah beranak-pinak. Kalau kita menengok hasil studi, disebutkan ada sekitar 1,5 juta tungau hanya dari sebuah tempat tidur saja lho! Sekelompok tungau jumlahnya memang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan ekor.

Jeleknya, tungau debu rumah yang nama kerennya Dermatophagoides pteronyssinus itu merupakan penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Semisal jadi penyebab penyakit yang disebut scabies, penyakit gatal-gatal di permukaan kulit yang gampang menular. Alergennya berasal dari enzim-enzim (terutama protease) yang keluar dari perutnya bersama kotorannya.

Nah, tungau debu rumah (house dust mite = HDM) merupakan penghuni matras, kasur, sprei, bantal, sofa, karpet, dan lain-lain bagian rumah. Apa makanannya? Nah ini, sisa-sisa materi organik seperti lupasan kulit kita (serpihan kulit mati) yang sering bertebaran di bagian rumah kita.

Seberapa bahaya sih si tungau itu? Kalau sampe bikin kita mati mah, gaklah ya! Tapi, pastinya menggangu kenyamanan dan kesehatan kita, sehingga bisa menurunkan kualitas hidup kita. Ya siapa sih yang tak terganggu kalau sering gatal-gatal, batuk, bersin, dan lebih parah lagi jadi asma? Jadi, tungau memang tak berbahaya, tapi kotorannya bisa menimbulkan reaksi alergi seperti gatal-gatal, batuk, bersin dan mencetuskan serangan asma.

Nah, sekarang Anda tahu, bukan? Ada jutaan tungau yang mengintai kenyamanan tidur kita dan keluarga. Lebih-lebih kalau Kasur jarang dibebaskan dari debu. Begitu juga dengan perabot rumah yang lainnya. Anda perlu sebuah penyedot debu atau vacuum cleaner yang mempunyai spesifikasi untuk menyedot tungau agar tungau tak hadir lagi di sekitar rumah. Selain itu, seringlah mengganti sprei dan sarung bantal, juga menjemurnya di bawah sinar matahari.