Agar Badan Tetap Fit di Musim Pancaroba

Menjelang memasuki musim kemarau pada bulan April – Mei 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem di Indonesia akan berlangsung hingga sepanjang Maret ini. Meski begitu, terjadinya cuaca ekstrem ini tidak serempak, namun silih berganti. Februari – Maret adalah rata-rata waktu puncak musim hujan di awal tahun ini. Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau itulah pancaroba. 

Bila kita amati, sebenarnya secara perlahan kita sudah memasuki masa pancaroba. Sewaktu-waktu, cuaca cerah dan terang dengan suhu cukup tinggi, lalu kemudian berubah menjadi hujan deras seketika dengan suhu turun secara drastis, bahkan tak jarang membuat banjir di sejumlah titik. Bagaimana jika kita sedang beraktifitas di luar ruangan dengan cahaya matahari terik, lalu tiba-tiba saja hujan mengguyur? Wah, pasti menyebalkan, ya. Karenanya, penyesuaian dan persiapan perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Penyebab Tubuh Tidak Fit Saat Pancaroba

Selain aktifitas sehari-hari yang menjadi terganggu, masa peralihan musim ini juga berpengaruh ke kesehatan tubuh juga, lho. Seringkali kita menemukan orang yang terserang flu saat peralihan musim. Dilansir Kompas dari American College of Allergy, Asthma & Immunology, pergantian musim menyebabkan peradangan hidung karena adanya alergi musiman. Virus pun mengincar daerah hidung yang imunitasnya sedang menurun. 

Selain alergi musiman, perubahan cuaca yang biasanya diikuti perubahan suhu dan tekanan udara tersebut membuat iritasi saluran hidung dan menyebabkan pilek. Penurunan suhu, menurut Penelitian dari Yale University, juga membuat respon kekebalan tubuh menurun. Karena itu, penting sekali untuk menjaga daya tahan tubuh dari luar, terutama di musim pancaroba ini. 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Minum yang cukup

Cuaca ekstrem dengan suhu tinggi yang datang secara tiba-tiba mengharuskan kita untuk selalu mencukupi asupan cairan tubuh. Ini bertujuan untuk mengimbangi tingginya metabolisme tubuh dan menjaga keseimbangan imun. 

Mengonsumsi Makanan Bergizi

Selektiflah dalam memilih makanan yang akan masuk ke dalam tubuh. Penting sekali untuk memastikan makanan yang masuk adalah yang bergizi tinggi seperti buah dan sayur agar dapat menjadi bala bantuan bagi sistem imun tubuh. Tentunya konsumsi makanan dalam porsi yang cukup dan teratur. 

Istirahat yang Cukup

Merasa lelah juga bisa menurunkan daya tahan tubuh terhadap virus penyebab penyakit yang masuk ke tubuh. Karena itu, istirahatlah yang cukup dengan tidur selama waktu yang dianjurkan, yaitu 6 -7 jam sehari. Pola aktivitas pun juga harus seimbang, jangan terlalu keras dengan tubuh. 

Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Untuk meminimalisir kuman dan virus penyebab penyakit di tubuh, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Kebersihan lingkungan, khususnya di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Selain dengan rutin membersihkan debu di sekitar rumah, menggunakan jasa teknologi penyinaran sinar UV juga disarankan.

Memanfaatkan Jasa Sterilisasi Ruangan

Sinar UV sudah dikenal mampu membunuh mikroorganisme dan banyak digunakan untuk sterilisasi alat kedokteran. HydroClean memperkenalkan layanan baru MicroTech yang dapat membunuh mikroorganisme penyebab penyakit di dalam ruangan dengan efektivitas 99,99%. Layanan ini juga tidak menimbulkan residu apapun sehingga aman dan efisien untuk digunakan di rumah. 

Layanan HydroClean pun sudah dapat dipesan di 20 kota besar di Indonesia, lho, yaitu Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Batam dan Medan. 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *