Melahirkan di Rumah, Menyongsong Bahagia! 

Melahirkan di rumah (home birth), senangnya pasti kebayang deh! Gak perlu repot-repot bolak-balik ke klinik atau rumah sakit, setiap saat bisa didampingi keluarga dan orang-orang tercinta, ini baru di antaranya lho…. Belum lagi, yang pasti sih lebih irit biaya.

Kok bisa? Ya kan kita gak perlu bayar biaya ruangan di klinik atau rumah sakit. Lebih-lebih bagi Anda yang punya rumah sehat dan nyaman, alangkah senangnya kalau bisa melahirkan di rumah sendiri.

Emang apa aja sih manfaat melahirkan di rumah? Tengok yuk:

Mempercepat proses relasi naluri ibu-bayi: Ibu bisa segera menyusui sang bayi. Jadi proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan ASI (air susu ibu) bisa lebih cepat dilakukan.

Menenangkan si ibu saat melahirkan. Gambaran rumah sakit atau klinik yang ‘menakutkan’ bagi beberapa ibu yang akan melahirkan bisa reda kalau yang dia bayangkan adalah melahirkan di rumahnya sendiri. Kecemasan akan menghadapi rasa sakit saat melahirkan pun bisa menurun.

Menghemat biayamelahirkan. Biaya melahirkan di rumah tentunya lebih rendah ketimbang di klinik bersalin atau rumah sakit.

Akan tetapi, perlu persyaratan lho… kalau ingin melahirkan di rumah. Syarat pertama tentunya si ibu tak punya risiko tinggi kalau melahirkan di rumah. Setelah itu, ruangan untuk melahirkan di rumah juga memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai tempat ibu melahirkan.

Nah, buat Anda yang ingin melahirkan di rumah, American Pregnancy Association berpesan tegas agar ada persiapan yang matang demi memastikan kesehatan bayi baru lahir dan si ibu yang melahirkan.

1. Persiapan Ibu Melahirkan

Kalau ibu yang akan melahirkan kondisi kehamilannya normal dan kesehatan ibu dan bayi baik, tentu saja melahirkan di rumah bisa dilakukan. Tentu saja ada risiko untuk hal apa pun. Namun, risiko bisa diminimalisasi bila kita tahu betul apa yang harus dipersiapkan. Kalau ibu berisiko tinggi untuk melahirkan di rumah ya tentu saja jangan dilakukan.

Melahirkan di rumah bisa dilakukan bila si ibu:

  • Dlam kondisi sehat dan tidak berisiko komplikasi.
  • Ingin mengurangi kecemasan akan rasa sakit saat melahirkan.
  • Tidak punya riwayat melahirkan dengan cara operasi caesar atau bayi lahir prematur sebelumnya.
  • Ingin bisa melahirkan dengan kondisi yang nyaman.

Walaupun judulnya melahirkan di rumah, tapi tentu saja tetap dibutuhkan kehadiran bidan atau dokter saat ibu melahirkan. Hal ini agar proses persalinan dapat lancar dan ibu berikut bayi dalam kondisi selamat dan sehat. Kalau-kalau terjadi komplikasi, bidan atau dokter yang hadir di rumah akan dengan sigap bisa mengatasinya.

Bidan atau dokter yang terampil akan segera bisa mendeteksi kala ada indikasi masalah dalam persalinan yang bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi. Bidan atau dokter biasanya juga membawa peralatan yang diperlukan untuk melakukan tindakan darurat, sebut saja tabung oksigen, infus, serta obat-obatan untuk menghentikan perdarahan pasca-melahirkan. Melahirkan di rumah tidak bisa dilakukan kalau si ibu:
– Tekanan darahnya tinggi, mengalami preeklampsia.
– Tingkat cairan amnionnya terlalu rendah atau tinggi.
– Kondisi janin berkelainan.
– Bayinya lahir prematur (belum cukup usia kandungannya).

– Janinnya kembar.
– Positif HIV.
– Memiliki anemia, diabetes, gangguan neurologis, jantung, paru-paru, atau penyakit ginjal.
– Pecandu narkoba.
– Pernah mengalami komplikasi pada persalinan sebelumnya.

Selama kehamilan, Anda yang ingin melahirkan di rumah bisa mengonsultasikannya dengan dokter atau bidan Anda, apakah Anda bisa melahirkan di rumah dengan aman. Konsultasikan pula metode persalinannya, apakah metode konvensional, water birth (melahirkan dalam air), atau metode lainnya. Pilihan metode ini akan menentukan paeralatan apa saja yang harus Anda siapkan di rumah untuk proses melahirkan nantinya.

Persiapkan pula kendaraan yang bisa digunakan dalam kondisi darurat ke rumah sakit. Antisipasi pula rumah sakit yang bisa dicapai tanpa butuh waktu yang lama, paling tidak makan waktu 15 menit perjalanan dengan mobil. Alat komunikasi di rumah semisal telepon dan ponsel juga harus berfungsi dengan baik saat hari melahirkan.

2. Persiapan Ruangan Melahirkan di Rumah

Bukan rahasia lagi kalau melahirkan itu adalah saat yang tidak menyenangkan karena rasa sakit pasti muncul. Malah boleh dibilang itulah puncak rasa sakit. Maka itu, perlu persipan ruangan yang nyaman dan menyenangkan agar rasa sakit ibu yang melahirkan bisa menurun.

Survei The National Childbirth Trust, UK, terhadap 2.000 ibu di Inggris, Skotlandia, dan Irlandia menyebutkan, suasana ruang melahirkan adalah faktor yang sering diabaikan. Padahal di setiap negara ada standar ruang bersalin yang jadi acuan, termasuk di Indonesia tentunya.

Berikut ini lima kebutuhan yang harus dipenuhi sebuah ruangan melahirkan menurut Labor Delivery Room Design, Perkins & Will Research Journal, Vol. 06.01:

1. Relaksasi

Ibu yang melahirkan butuh dalam kondisi relaks. Kondisi ini bisa dicapai bila kamar atau ruangan bersih dan bebas kuman. Juga desain ruangan menarik dengan interior yang menenangkan semisal gambar pemandangan yang indah atau cat dinding yang lembut.Untuk menunjang kebutuhan relaksasi di ruangan melahirkan, sediakan kursi atau sofa yang bersih dan nyaman. Letakkan furnitur yang bebas noda, juga bebas debu dan tungau. Jangan lupa sertakan minyak aromaterapi di runagan melahirkan.

2. Ketenangan

Pasang musik yang menenangkan jiwa si ibu.Lengkapi ruangan ibu melahirkan dengan perangkat digital sound. Minimalisasi suara-suara yang tidak perlu. Kalau perlu buat dinding ruangan kedap suara.

3. Buat suasana ruangan jadi temaram dan ada privasi.

Jaga akses visual yang bisa masuk ke kamar ibu melahirkan. Antisipasi kendala terhadap pencahayaan kamar (nyala/hidup/level pencahayaan). Juga jaga privasi saat ada orang keluar/masuk ruangan. Untuk hal ini, ruangan sebaiknya bertirai atau punya gorden jendela. Pastikan gorden ini bersih dan bebas debu serta tungau.

4. Kenyamanan

Pada saat pembukaan awal proses melahirkan, ibu bisa tetap aktif semisal dengan melakukan hidroterapi dengan mandi berpancuran atau kolam air. Saat proses melahirkan, ibu bisa menggunakan alat bantu persalinan (bangku bersalin, bola-bola persalinan, bantal, birth mat, rebozo). Permudah pula akses ibu ke toilet dan ke makanan/minuman ringan.

5. Kehadiran pendamping saat melahirkan.

Proses melahirkan akan menenangkan ibu kalau ada yang mendampingi. Makanya perlu dipersiapkan kursi atau furnitur bagi si pendamping.
Sebaiknya di ruangan melahirkan ada area mobilisasi bagi ibu, model furniturnya juga yang bisa dilipat/digeser, dan tersedia tangga terapi.Sediakan pula kolam air (labor pool), lengkapi pula alas anti-slip, dan gantungan handuk yang gampang dijangkau. Sediakan juga tempat penyimpanan untuk alat bantu persalinan, toilet yang mudah dicapai dengan pegangan pada dinding. Hadirkan juga kulkas kecil.

Sumber:

https://www.ayahbunda.co.id/kelahiran-tips/-kamar-bersalin-ideal-

https://www.alodokter.com/kamu-bisa-melahirkan-di-rumah-bila-sudah-penuhi-5-hal-ini

https://www.haibunda.com/kehamilan/20180129144436-49-12981/bunda-berencana-melahirkan-di-rumah-perhatikan-hal-ini-dulu-yuk

https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/risiko-melahirkan-di-rumah/

https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/19/04/27/pqljmi459-ini-yang-harus-diketahui-jika-ingin-melahirkan-di-rumah