Kulit Bayi Butuh Perhatian Lebih Lho!

Kulit bayi pastinya berbeda dengan kulit manusia dewasa. Bayi berkulit lebih lembut, lebih tipis, dan sensitif. Makanya perlu perlakuan khusus terhadap kulit bayi. Bayangkan, kulit bayi hanya 40-60 persen ketebalan kulit dewasa, sekitar 1-2 milimeter saja. Perlindungan terhadap lingkungan di sekitarnya pun masih rentan karena rambut pada kulit belum tumbuh banyak.

Perhatian Khusus pada Kulit Bayi

Kulit bayi juga rentan mengalami memar akibat benturan karena lapisan lemak yang pada kulit dewasa berfungsi sebagai bantalan, belum cukup te-bal. Fungsi kulit sebagai pelindung juga belum mencapai kondisi optimal pa-da bayi. Hal ini karena ikatan antara lapisan kulit atas (epidermis) dan lapisan bawah (dermis) belum terjalin kuat.

Melanin yang melindungi kulit terhadap sinar matahari, pada kulit bayi be-lum diproduksi banyak sehingga berisiko lebih mudah terbakar. Terhadap suhu di sekitarnya, bayi juga belum bisa beradaptasi maksimal. Hal ini ka-rena kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit bayi belum berfungsi penuh. Keringat hanya hadir di bagian tertentu saja di tubuh bayi.

Apa saja sih yang harus Anda perhatikan pada kulit bayi yang baru lahir? Warna, tektur, dan tanda pada kulit bayi yang baru lahir memang bisa ber-macam-macam. Kebanyakan semua hal itu lenyap dengan sendirinya seir-ing waktu berjalan. Kalau tidak hilang juga, konsultasikan ke dokter saat Anda
memeriksa bayi sesuai jadwalnya. Siapa tahu itu merupakan petanda sesuatu kelainan yang serius.

Soal warna kulit bayi, pada saat lahir warnanya kemerahan atau bisa juga ngepink. Kalau tangan dan kakinya berwarna kebiruan (akrosianosis) jangan
panik dulu, karena mungkin aliran darah dan oksigennya belum sempur-na. Warna kebiruan ini akan menghilang pada saat sistem peredaran si bayi terbuka.

Kalau ada bercak-bercak berwarna merah muda di sekitar mata atau di tengah-tengah kening bayi yang baru lahir, ini disebut nervus simplex, yang sering disebut “angel kisses” atau “bercak salmon”. Biasanya bercak ini akan memudar dalam waktu beberapa bulan. Kadang bercak yang sama juga tampak di tengkuk bayi baru lahir disebut “stork bite” yang juga akan menghilang.

Lapisan Kulit Putih Seperti Keju

Ada memar di kulit bayi Anda? Memar ini mungkin terlihat bercak-bercak berwarna biru atau warna lainnya di beberapa bagian kulit bayi. Tapi, tidak perlu khawatir. Anda bisa menanyakanhal ini kepada dokter Anda untuk memastikan bayi Anda baik-baik saja.

Pada kulit bayi yang baru lahir kadang juga tampak menggembung, teru-tama pada kepala atau matanya (edema), hal pun akan menghilang dengan sendirinya. Tapi, kalau pembengkakannya semakin besar, terutama jika terjadi di bagian tertentu, semisal tangan atau kaki, segera konsultasi-kan ke dokter.

Setelah 24-36 jam lahir, kulit bayi mungkin masih berwarna merah muda, kemudian mulai pecah-pecah. Kemungkinan akan mengelupas (terutama di bagian tangan dan kaki). Biasanya hal ini akan berhenti sendiri tanpa masa-lah.

Warna kulit bayi Anda mungkin bisa saja masih berubah menjadi keme-rahan saat ia menangis, atau berubah menjadi sedikit kebiruan atau berbintik-bintik saat da kedinginan.

Anda juga perlu tahu nih bahwa kulit bayi yang baru lahir dilapisi dengan vernix caseosa, yang berwarna putih seperti keju. Lapisan ini mungkin han-ya ada pada lipatan kulit bayi, seperti pada kakinya. Lapisan ini melindungi kulit bayi dari cairan amnion selama dalam kandungan, dan akan luntur saat pertama kali bayi dimandikan.

Begitulah kira-kira hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang kondisi kulit bayi Anda, terutama pada saat baru lahir. Anda tahu kan bahwa kulit merupakan pelindung atau pertahanan pertama terhadap masuknya kuman ke dalam tubuh. Pada bayi, fungsi ini belum optimal karena pertumbuhan perkem-bangan kulitnya belum sempurna. Iritasi, infeksi, dan alergi rentan terjadi. Karena kerentanan inilah, maka produk apa pun yang akan Anda gunakan terkait kulit si buah hati haruslah yang aman.

Tipis dan Rentan

Sayang anak tentunya akan Anda wujudkan dengan menjaga kulit bayi An-da tetap sehat dengan telaten. Kuncinya, Anda memahami bagaimana memperlakukan kulit bayi Anda dan mencegahnya dari bahan-bahan berisi-ko. angan lupa lho… jumlah bayi dan balita yang kulitnya menjadi sensitif dan alergi kian meningkat saja dari tahun ke tahun. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui para ahli, namun diduga akibat penggunaan bahan kimia sehari-hari.

Sebagai orangtua, Anda harus memperhatikan bahwa kulit bayi yang tipis itu pH-nya sekitar 6-7, sementara kulit dewasa pH-nya 4-6. Tahu artinya pH? Yaitu potensial hidrogen atau derajat keasaman. Sifat asam pada kulit yang terbentuk secara alamiah ini selain berfungsi memelihara kelembapan kulit, juga berfungsi menghalangi pertumbuhan kuman yang mampir di ku-lit.

Kalau kesehatan kulit bayi terganggu, pastinya dia tak merasa nyaman. Sering rewel atau menangis, ini salah satu pertandanya. Apa saja sih yang menyebabkan kulit bayi tak sehat? Di antaranya adalah debu rumah dan udara yang tidak bersih.

Bicara tentang debu rumah dan udara bersih, Anda bisa memanfaatkan jasa sedot debu dan tungau Hydroclean. Untuk keamanan bayi Anda, ada servis HydroClean PLus SensiBio Baby. Servis ini bersifat non-toxic sani-tizer, bebas alhokol, bebas bahan kimia berbahaya (parabens, formaldehid, petroleum), dan bebas sabun (SLS/SLES).

Layanan tersebut berbasis Santizer Service kering untuk membersihkan ko-toran dan membunuh kuman. Cocok untuk bayi baru lahir dan dewasa sen-sitif berdasarkan rekomendasi dokter anak sedunia.

*
Sumber :

ibudanbalita.com/forum/diskusi/Perbedaan-Kulit-Bayi-dengan-Kulit-Orang-Dewasa-

1health.id/id/article/category/ibu-dan-anak/kulit-bayi-vs-kulit-orang-dewasa:-ini-perbedaannya.html

hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/semua-hal-tentang-kulit-bayi/

hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/tips-merawat-kulit-bayi/

hellosehat.com/parenting/kulit-bayi/kulit-bayi-sensitif/

id.wikihow.com/Memahami-Perkembangan-Kulit-Bayi-Baru-Lahir

Spread the love