Hadapi New Normal, Perlukah Pakai Sarung Tangan?

Protokol kesehatan baru dalam menghadapi New Normal bertujuan untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona jenis baru penyebab pandemi COVID-19 yang tengah melanda global saat ini. Protokol tersebut diterbitkan untuk diterapkan baik oleh individu maupun tempat-tempat publik. 

Penyemprotan disinfektan di fasilitas publik yang sering tersentuh pun telah diinstruksikan untuk dilakukan tiap 4 jam sekali, mengingat virus dapat menempel di benda mati dalam jangka waktu tertentu. Terkait hal tersebut, apakah sebaiknya kita menggunakan sarung tangan untuk lebih memproteksi diri?

Penularan virus ini dapat terjadi jika seseorang menyentuh wajah, baik dengan atau tanpa sarung tangan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan bahwa sarung tangan, sarung tangan lateks misalnya, hanya digunakan saat sedang mendisinfeksi, kegiatan bersih-bersih dan merawat orang sakit. 

Meskipun pekerja di tempat publik diinstruksikan memakai masker, sarung tangan dan face shield sebagai APD ketika berhadapan dengan pelanggan, namun bagi yang tidak memiliki kepentingan tertentu, memakai sarung tangan bukan hal yang perlu. Apalagi jika tidak berhati-hati saat melepasnya, kuman dan bakteri malah akan berpindah ke tangan. 

Tetap jaga rutinitas mencuci tangan dengan baik dan benar adalah langkah utama mencegah penyebaran dan penularan virus. Layanan HydroClean, MicroTech Ray yang dapat membunuh kuman dan bakteri di udara dalam ruangan, juga bisa jadi pilihan tepat untuk meminimalisir penyebaran virus. 

HydroClean Indonesia memiliki layanan MicroTech Ray untuk mematikan bakteri dan virus patogen yang sudah dapat dinikmati di kota-kota besar di Indonesia, meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Palembang, Pekanbaru, Batam dan Medan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *