Bakteri, Jamur, dan Virus Mengintai Rumah, Waspada!

Bakteri, jamur, dan virus penyebab penyakit ada di rumah? Ya, pastilah! Jan-gankan di dalam rumah, di tubuh kita sendiri selalu ada bakteri, jamur, dan virus dalam peran mereka sebagai kuman (ada juga lho bakteri baik dalam tubuh kita). Kabar baiknya meskipun mereka ada di tubuh kita, selama daya tahan tubuh kita prima, maka tak menyebabkan kita jadi sakit.

Akan tetapi, gimana soalnya kalau bakteri, jamur, virus ada di rumah? Apakah rumah juga punya daya tahan sebagaimana tubuh kita? Tentu saja ada cara agar rumah kita punya daya tahan tinggi terhadap bakteri, jamur, dan virus, yakni dengan membersihkannya.

4 jenis bakteri yang sering muncul di rumah

Ada 4 jenis bakteri yang sering muncul di rumah. Mau tau apa aja? Pertama, Staphylococcus. Bakteri jenis ini menyebabkan infeksi dan kera-cunan makanan. Dia juga bisa resisten sehingga infeksinya pda tubuh kita sulit untuk diobati.

Kedua, Streptococcus. Bakteri jenis ini menyebabkan infeksi tenggorokan, kulit, lapisan pembungkus otak, dan paru-paru.

Ketiga, Pseudomonas. Bakteri ini berkembang biak di tempat-tempat basah yakni kolam, toilet, dapur, bak cuci, tanaman termasuk buah dan sayur. Bak-teri ini penyebab ruam kulit, infeksi mata dan telinga.

Keempat, Escherichia Colli (E. Colli). Bakteri ini sering ditemukan di saluran pencernaan manusia, di lingkungan sekitar, dan pada makanan. Bakteri Colli rajin berkembang biak di toilet dan kamar mandi yang jarang dibersihkan.

Sebagian dari bakteri ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan hingga salu-ran kemih.

Bakteri lain yang merupakan kuman adalah Salmonella typhi. Kuman ini penyebab penyakit tifus. Selain bakteri, kuman di dalam rumah bisa berupa jamur dan virus. Amoeba yang tergolong Protozoa, misalnya, bisa me-nyebabkan diare atau muntaber.

Jamur yang sering menyebabkan infeksi adalah jenis Candida, Dermato-phyta, atau Malassezia. Ingat, kurap disebabkan oleh jamur jenis Dermato-phyta. Jamur ini hidup sentosa dari keratin, yaitu jenis protein yang terdapat di kulit, kuku, dan rambut kita. Sementara virus yang tersering menyebab-kan penyakit bagi orang rumah adalah virus influenza.

Ada Apa dengan Anjing?

Gimana cara kuman masuk rumah kita? Kuman hadir di rumah melalui tubuh kita, makanan yang terkontaminasi, hewan peliharaan, ataupun ber-sumber dari air dan udara.

Sebenarnya di bagian mana aja sih di rumah yang disinyalir jadi sarang ku-man?

Dapur

Ruangan rumah yang satu ini memiliki lebih banyak bakteri dan kuman ketimbang ruangan lain di rumah karena tempat menyimpan dan menyiap-kan makanan. Bahan makanan atau makanan yang telah dimasak merupa-

kan media yang gampang ditumbuhi bakteri dan kuman. Selain itu, be-berapa peralatan dapur seperti spons pencuci piring, talenan (papan tempat memotong), kulkas terutama dibagian khusus makanan mentah, wastafel dapur, dan meja, adalah tempat-tempat yang disukai bakteri dan kuman.

Kamar mandi

Kelembapan kamar mandi jadi tempat favorit bakteri dan kuman untuk ber-sarang. Jadi, jangan pernah bosan memberi perhatian pada keran dan bak kamar mandi, saluran air, lantai toilet, handuk, dan sikat gigi.

Tumpukan pakaian kotor

Menumpuk pakaian kotor jangan dijadikan hobi. Pasalnya, kebiasaan itu bisa jadi penyebab berkembang-biaknya bakteri dan kuman. Segera cuci pakaian kotor Anda ketimbang menumpuknya jadi ‘gunung’.

Ruang tamu dan ruang keluarga

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jamur banyak dijumpai pada key-board komputer, remote control, stick video game. Bahkan, karpet ruangan yang tidak dibersihkan; 8 kali lebih kotor dari jalanan. Jadi, bersihkan karpet secara berkala.

Barang-barang pribadi

Tas, sepatu, ponsel, dan barang-barang pribadi yang lainnya sebenarnya ‘pembawa’ bakteri dan kuman ke dalam rumah. Menurut National Sanitation Foundation yang mensurvei 22 rumah tangga; ponsel, kunci, dompet, uang, dan kotak makan adalah ‘pembawa’ banyak bakteri ke dalam rumah. Nah, rajin-rajinlah membersihkan barang-barang pribadi agar tidak mengontami-nasi ruangan di rumah.

Hewan peliharaan

Sebuah penelitian belum lama ini mengungkapkan bahwa rumah yang mem-iliki hewan peliharaan sebut saja anjing, ternyata lebih banyak mengan-dungbakteri ketimbang rumah yang tidak ada hewan peliharaan.

Peneliti dari North Carolina State University, Prof. Dr. Rob Dunn, seperti dilansir Medical Daily, Senin (27/5/2013), bisa menebak apakah di sebuah rumah ada anjing atau tidak hanya dari melihat banyaknya bakteri yang menempel di layar TV atau sarung bantalnya.

Dunn dan para penelitinya mengambil sampel bakterinya dari beberapa tem-pat, yaitu di talenan, meja dapur, rak kulkas, kursi toilet, sarung bantal, ga-gang pintu, layar TV, dan pintu. Ternyata ada lebih dari 7.726 jenis bakteri yang bisa diidentifikasi dari studi ini. Dan rumah pemilik anjing diketahui lebih banyak menyimpan berbagai jenis bakteri, dan yang paling banyak ditemukan adalah di layar TV dan sarung bantal.

Layanan Baru Pemusnah Bakteri dan Kuman

 Sekarang Anda paham kan mengapa bakteri, jamur, dan virus bisa hadir di rumah? Nah, kini saatnya Anda mencermati kembali cara membersihkan ru-mah yang lebih efektif, yakni dengan disinfektan.

Hasil studi penelitian menyebutkan bahwa penggunaan disinfektan bisa membuat berbagai kuman mati. Selain pengaruh zat aktif yang dikan-dungnya, efektivitas disinfektan membunuh kuman juga ditentukan oleh do-sis dan frekuensi penggunaan yang disesuaikan dengan kondisi rumah.

Penyinaran ruangan-ruangan rumah dengan ultra-violet (UV) dan ozon (O³) bisa Anda manfaatkan sebagai alat proses disinfektan (pensteril kuman). Tak heran kalau lampu UV sering disebut juga sebagai lampu disinfektan.

Lampu disinfektan efektif membunuh bakteri dengan proses yang bisa dibi-lang sangat gampang. Selain itu, lampu UV merupakan alat desinfektan dengan berbagai kelebihan. Salah satunya yakni mereduksi bakteri dengan aman dan signifikan dan tidak meninggalkan residu.

Nah, kalau Anda sudah paham lampu UV dan ozon sebagai alat disinfektan, tentunya paham pula mengapa Hydroclean yang merupakan pioner jasa premium pembersih tungau dan debu, punya layanan baru yang diberi nama

MicroTech–Ray.

Micro Tech-Ray adalah penyinaran menggunakan sinar UV dan ozon untuk mencegah infeksi yang menghalangi pertumbuhan mikroorganisme dan me-matikan bakteri, kuman, dan virus dengan efektivitas hingga 99,9%. Dengan menggunakan lampu UV, setiap ruangan akan disinari selama 30-60 menit (tergantung luas ruangan). Jadi, pengaplikasiannya per ruangan. Ru-angan-ruangan Anda selain bersih dari debu dan tungau, kini juga bebas dari kuman penyakit secara efektif. Sayang keluarga? Cobalah layanan baru ini!

Sumber:

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sumber-bakteri-di-rumah/

https://gaya.tempo.co/read/1151782/4-jenis-bakteri-yang-sering-ada-di-ru-mah-intip-cara-mengatasinya

https://www.unilever.co.id/about/who-we-are/indonesia-hygiene-forum/arti-cle/melindungi-kesehatan-keluarga-dari-kuman-di-rumah.html

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2256401/kuman-bakteri-lebih-banyak-hinggap-di-rumah-yang-pelihara-anjing