Bakteri Ini Justru Baik untuk Tubuh, lho

Bakteri merupakan salah satu mikro organisme yang hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Mikro organisme ini memiliki ciri berupa dinding selnya yang tipis tapi keras dan mempunyai membran sel yang seperti karet yang berfungsi melindungi isi dalam sel. Bakteri pun berkembang biak hanya dengan membelah diri. 

Mendengar kata bakteri, pasti kita langsung mengasosiasikan dengan penyakit dan infeksi. Tapi sebenarnya, hanya kurang dari satu persen bakteri yang menyebabkan penyakit. Sebagian besar bakteri tidak menyebabkan penyakit bagi manusia. Viruslah mikro organisme yang kebanyakan membawa penyakit jika menempel pada makhluk hidup karena sifat parasitnya. 

Contoh-contoh Bakteri Baik

Dengan kata lain, di dalam tubuh manusia pun terdapat bakteri baik. Bahkan, bakteri-bakteri ini berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan, detoksifikasi dan menyerap nutrisi di dalam sistem pencernaan manusia. Berikut beberapa jenis bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh:

Lactobacillus acidophilus

Lactobacillus acidophilus merupakan salah satu jenis probiotik atau bakteri baik yang hidup di dalam sistem pencernaan manusia. Probiotik ini berfungsi menjaga keseimbangan bakteri baik di pencernaan dengan cara menghasilkan asam laktat untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya seperti bakteri penyebab diare. Lactobacillus acidophilus dapat ditemukan pada produk makanan fermentasi, seperti yoghurt, miso dan tempe.

Lactobacillus plantarum

Lactobacillus plantarum merupakan probiotik laktat dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri ini dapat membantu meningkatkan imunitas untuk melawan infeksi bakteri penyebab penyakit. Cara kerjanya adalah dengan mendegradasi karbohidrat menjadi glukosa dan kemudian asam laktat. Asam tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Probiotik ini dapat ditemukan pada produk makanan berupa susu, daging dan sayuran fermentasi seperti kimchi dan acar.

Bifidobacterium bifidum

Bifidobacterium merupakan bakteri baik yang dapat menunjang kualitas dan tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Jenis Bifidum ini paling banyak terdapat di membran sekitar usus besar dan saluran buang air. Bakteri ini akan bersaing di usus dengan organisme patogen untuk mendapatkan makanan. Jika jumlah bakteri ini cukup di dalam tubuh, patogen tersebut dapat luruh dan keluar dari dalam tubuh melalui saluran pencernaan. 

Cara kerjanya tersebut membuat bakteri jenis ini dapat mengurangi risiko terserang penyakit diare dan infeksi bakteri E.coli. Kita dapat menjaga keseimbangan bakteri ini di dalam tubuh adalah dengan rutin mengkonsumsi produk susu. 

Bifidobacterium jenis lain misalnya Bifidobacterium lactis juga banyak ditemukan di saluran pencernaan mamalia dan terdapat di produk olahan susu dan suplemen diet. Jenis bakteri dengan nama lain Bifidobacterium animalis ini dapat memecah zat sisa dalam tubuh dan membantu penyerapan vitamin dan mineral. 

Streptococcus thermophilus

Berbeda dengan jenis-jenis bakteri di atas, Streptococcus thermophilus pada umumnya tidak dapat bertahan hidup di saluran pencernaan. Streptococcus thermophilus dapat ditemukan pada produk makanan olahan susu yang difermentasi, misalnya yoghurt. Bakteri ini dapat memecah laktosa pada pada susu sehingga dapat lebih mudah dicerna. 

Menghindari Bakteri Penyebab Penyakit

Bakteri-bakteri tersebut di atas tentu tidak menyebabkan penyakit. Sedangkan bakteri penyebab penyakit datang dari luar tubuh manusia dan masuk melalui makanan dan udara yang kita hirup, kemudian menyerang bagian dalam tubuh tertentu. Jika jumlah bakteri jahat tersebut di dalam tubuh lebih banyak daripada jumlah bakteri baik, beragam gangguan akan timbul, termasuk gangguan kesehatan. 

Karena itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah. Mikro organisme yang tidak kasat mata dapat dengan mudah bergerak dan menempel pada manusia, pun sulit dibersihkan. Ada alat khusus yang dapat membantu menyingkirkan mikro organisme berbahaya seperti bakteri penyebab penyakit di rumah, misalnya alat vacuum debu dan tungau yang dimiliki jasa pembersih premium.

Selain alat vacuum, teknologi lampu dengan sinar UV juga mulai banyak digunakan secara komersil. Teknologi ini sudah dikenal lama dipakai untuk sterilisasi alat-alat medis karena efektivitasnya membunuh mikro organisme dan sangat efisien karena tidak meninggalkan residu. 

 

 

Referensi:

https://www.researchgate.net/publication/306010688_Kualitas_yoghurt_yang_dibuat_dengan_kultur_dua_Lactobacillus_bulgaricus_dan_Streptococcus_thermophilus_dan_tiga_bakteri_Lactobacillus_bulgaricus_Streptococcus_thermophilus_dan_Lactobacillus_acidophilu

http://alodokter.com 

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3849343/mengenal-bakteri-baik-di-dalam-tubuh-kita 

 

Biasakan Peregangan untuk Hindari Risiko Skoliosis

Skoliosis ternyata lebih sering ditemukan pada anak usia 10 – 15 tahun, namun skoliosis yang diderita biasanya ringan. Ini menjadi salah satu alasan orang biasanya menyepelekan rasa sakit pada punggung. Padahal, skoliosis bisa menjadi tambah parah seiring bertambah usia. Skoliosis yang parah bisa menyebabkan kelemahan pada tungkai hingga gangguan jantung!

Masalahnya, penyebab skoliosis sebagian besar masih belum diketahui. Tapi ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pemicunya, seperti cedera dan infeksi tulang belakang, serta bawaan lahir. Hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa bisa terlepas dari risiko skoliosis. Bahkan, generasi milenial, menurut Ahli ortopedi pendiri Schroth Best Practice (SBP) dari Jerman, Dr Hans-Rudolf Weiss, MD, rentan mengalami skoliosis.

Gaya hidup generasi milenial yang banyak duduk dan jarang berolahraga bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit skoliosis. Weiss menyarankan para milenial tersebut untuk memulai kebiasaan hidup sehat dan memperhatikan risiko skoliosis ini. Tidak sulit, Weiss menyarankan kegiatan yang bisa diselipkan sambil bekerja, misalnya peregangan, berdiri dan berjalan-jalan kecil secara berkala. 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga menyatakan pentingnya kegiatan peregangan terutama bagi pegawai kantoran dan ibu rumah tangga dengan gaya hidup banyak duduk. Peregangan sendiri adalah kegiatan untuk melemaskan atau melenturkan bagian-bagian sendi yang kaku. Ini penting dilakukan karena biasanya pekerja kantoran dan ibu rumah tangga bekerja dengan posisi yang statis dan tidak tepat.

Bagaimana cara melakukan peregangan yang baik?

Menurut Kemenkes RI, peregangan dapat dilakukan secara berkala setelah kurang lebih satu atau dua jam bekerja dengan posisi yang sama. Peregangan sendiri ada dua macam, yaitu peregangan statis dan peregangan dinamis. Lakukan gerakan peregangan pada bagian tubuh seperti kepala, leher, bahu, lengan, pinggang dan kaki yang terasa kaku.

Peregangan statis adalah meregangkan sendi dan otot lalu menahannya dalam waktu 8 – 10 detik. Peregangan dinamis, sebaliknya, adalah meregangkan sendi dan otot dengan menggerakkan bagian-bagian tubuh secara perlahan. Namun berhati-hatilah saat melakukan peregangan. Selalu lakukan peregangan dengan perlahan dan tidak dipaksakan agar tidak menimbulkan cedera. 

Pengaturan nafas juga perlu diperhatikan saat peregangan, karenanya lakukan kegiatan tersebut secara perlahan untuk menghirup oksigen secara maksimal. Oksigen akan mengalir ke otak dan membantu pikiran lebih jernih. Oksigen juga akan memberikan energi tambahan ke otak. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan peregangan di tempat yang nyaman dan banyak udara segar. 

Buat udara di dalam ruangan lebih segar dan bersih dengan rutin membersihkan perabot dari debu, serta secara berkala gunakan jasa penyinaran sinar UV untuk di dalam ruangan. Teknologi sinar UV saat ini sudah banyak dimanfaatkan untuk membunuh mikroorganisme seperti bakteri, virus dan jamur penyebab penyakit yang tersebar di udara sekitar kita. Dengan udara yang bersih, kegiatan peregangan pun jadi lebih maksimal. 

 

 

Referensi:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4875723/banyak-kerja-kantoran-milenial-rentan-kena-skoliosis

https://www.alodokter.com/skoliosis

http://www.yankes.kemkes.go.id/read-pentingnya-peregangan-di-tempat-kerja-4888.html

Bayi Menangis di Malam Hari Terus Menerus, Kenapa, Ya?

Ada anak bayi di rumahmu? Pasti menyenangkan, ya. Anak bayi memang sangat menggemaskan. Tapi, kalau sudah menangis, duh, repot, deh! Apalagi bayi sering menangis malam-malam, bahkan dalam rentang waktu yang panjang. Kalau kata mitos yang banyak beredar di masyarakat, itu karena bayi sedang melihat makhluk halus. Benarkah?

Sebenarnya, tangisan bayi adalah caranya untuk berkomunikasi seperti mengutarakan rasa lapar dan haus, mengantuk, takut dan lain-lain. Tentu saja itu karena bayi belum bisa berbicara seperti orang dewasa, jadi yang bisa dilakukan hanya menangis untuk mengungkapkan sekian banyak emosi. 

Tapi sering juga terjadi situasi dimana bayi tetap menangis terus menerus biar pun sudah dipastikan kalau dia sudah makan, diberi ASI dan dikondisikan senyaman mungkin. Tidak jarang ini membuat orang tua dan orang di sekitarnya kewalahan. Kenapa, ya? 

Pengertian Kolik

Ternyata bayi punya kondisi bernama kolik, yaitu kondisi dengan gejala berupa bayi menangis selama berjam-jam secara terus menerus. Biasanya dialami oleh bayi berusia antara usia 2 – 5 minggu sampai tiga bulan. Kondisi ini biasa terjadi pada sore atau malam hari dan berlangsung selama tiga hari dalam seminggu. 

Apakah berbahaya? Tidak, kolik merupakan gejala yang terjadi pada bayi yang sehat dan normal. Ciri bayi yang mengalami kolik adalah saat menangis, kedua tangannya mengepal, bayi menarik lutut ke area perut, bagian punggung melengkung dan wajahnya memerah. 

Penyebab Kolik

Penyebabnya belum dapat diketahui pasti. Gejala pada tiap bayi juga berbeda-beda. Namun ada beberapa faktor kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya. Sistem pencernaan yang belum sempurna adalah salah satu kemungkinan penyebab utama. Beberapa bakteri sehat di saluran pencernaan belum seimbang. Selain itu, bisa jadi kemungkinan alergi suatu makanan. 

Penyebab lain juga bisa berasal dari luar  tubuh bayi, misalnya pengaruh tekanan dari lingkungan keluarga. Bayi yang lahir dari ibu yang merokok saat kehamilan atau setelah melahirkan memiliki risiko mengalami kolik lebih tinggi. 

Tindakan Menghadapi Kolik

Karena penyebabnya yang belum diketahui, cara untuk menyembuhkannya juga belum ada. Tapi secara umum, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menenangkan bayi yang menangis atau pun mengalami kolik: 

  1. Memijat perut bayi dengan lembut. Bisa menggunakan minyak telon untuk membuatnya lebih tenang
  2. Menggendong bayi saat dia menangis. Usahakan gunakan kain gendong yang hangat dan lembut
  3. Bersenandung atau mengeluarkan suara seperti mendesis “ssshh” mungkin dapat membuat bayi lebih tenang karena bayi bisa menyadari keberadaan orang yang dikenalnya
  4. Memastikan bayi telah makan atau minum ASI cukup, lalu bawa bayi ke ranjang tidur untuk menenangkannya
  5. Kamar yang tenang, bersih dan pencahayaan redup juga bisa membuat bayi merasa lebih nyaman 

Kebersihan dan kesehatan kamar tidur sangat penting apalagi jika di rumah terdapat bayi. Bayi biasanya sensitif dengan debu-debu di kamar. Karena itu, pastikan rumah terutama kamar bayi selalu rutin dibersihkan agar bebas dari debu dan udara lembab yang bisa menjadi sarang mikro organisme penyebab penyakit.

Kita bisa menggunakan jasa penyedot debu dan tungau profesional pada soft furniture seperti kasur dan sofa yang sering digunakan bayi. Jasa profesional biasanya dapat membersihkan debu dan tungau hingga ke serat-serat terdalam. Bayi pun bisa tidur lebih nyaman dan tenang. 

Rumah Terdampak Banjir? Begini Cara Membersihkannya

Setelah banjir di awal Januari lalu surut, ternyata curah hujan tinggi di awal Februari juga kembali menyebabkan volume air naik. Di beberapa wilayah di Indonesia, air banjir bahkan masuk ke dalam rumah-rumah warga, dan tentu saja akan mengenai beberapa perabotan di rumahnya. Bagaimana, ya, membersihkan rumah yang terdampak banjir? 

Ada cara untuk membersihkan rumah dengan efektif pasca terkena banjir, karena seperti yang kita ketahui, beberapa perabotan membutuhkan perlakuan khusus saat terendam air. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai membersihkan.

Langkah Awal

Pertama, tentunya pastikan keadaan sekitar rumah sudah aman. Jika masih ada genangan air di sekitar rumah, berhati-hatilah saat akan memasuki rumah karena khawatir bangunan di sekitarnya rapuh akibat disusupi air. Perhatikan pula puing-puing atau benda berserakan lainnya di sekitar rumah. Misalnya kabel yang terbuka atau potongan kayu.

Pastikan aliran listrik sudah aman, telah dibersihkan dan dikeringkan, untuk menghindari risiko korsleting dan tersengat listrik. Sebaiknya tunggu keadaan sudah dikonfirmasi aman oleh petugas sebelum memasuki rumah. 

Jika rumah memiliki asuransi dan keadaan sekitar sudah aman, segera hubungi perusahaan asuransi untuk memastikan barang apa saja yang dapat ditangani, lalu buatlah daftar kerusakan barang apa saja yang dialami. 

Proses Pembersihan

Setelah rumah sudah aman dimasuki, kuras genangan air secara perlahan. Sebaiknya gunakan ember atau pompa, sembari membuka pintu dan jendela lebar-lebar agar udara kering masuk menggantikan udara lembab di dalam rumah untuk mempercepat pengeringan udara. Keringkan dulu kabel-kabel di dalam rumah. 

Selanjutnya, untuk barang-barang yang terkontaminasi oleh lumpur sisa banjir, bersihkan dengan cara menyemprotkan air dengan bantuan selang atau semprotan penyiram kebun karena tenaga yang dihasilkan cukup kuat untuk menyeka lumpur yang tebal dari perabotan. 

Sedangkan untuk barang-barang seperti foto dan dokumen-dokumen penting lainnya berupa kertas, dibiarkan kering terlebih dahulu baru dibersihkan secara perlahan. Lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dapat membantu warga yang terdampak banjir untuk merestorasi dokumen-dokumen penting asalkan naskah asli tidak hilang.

Setelah menyeka perabotan dari lumpur atau kotoran tebal, bersihkan permukaan perabotan yang kotor dengan air panas dan sabun pembersih atau disinfektan untuk membunuh kuman-kuman yang tertinggal, terutama perabot makan dan dapur. Larutan disinfektan dapat dibuat sendiri dengan menuang 2 sendok makan pemutih klorin dalam satu galon panas. 

Untuk barang-barang yang terbuat dari kain, misalnya pakaian, sarung bantal dan seprei, pisahkan terlebih dahulu antara yang kering atau aman dari banjir dan yang basah atau terkena air banjir ringan. Cucilah dengan detergen dan air hangat. 

Jangan ragu untuk membuang barang-barang yang terlihat rusak parah akibat rendaman air. Biasanya barang-barang tersebut akan bersarang jamur yang bisa menyebar dengan cepat dan membahayakan kesehatan. Misalnya kasur, karpet dan selimut. Biasanya setelah terendam 48 jam, barang-barang tersebut sudah sulit diselamatkan.

Jika ada beberapa dari soft furniture tersebut yang masih bisa diselamatkan, segera keringkan terlebih dahulu. Kemudian manfaatkan jasa penyedot debu dan tungau profesional untuk membersihkan kotoran dan mikro organisme yang ada di dalamnya secara efektif. Jangan sampai sisa-sisa kuman dari air banjir tertinggal dan menempel di tubuh anggota keluarga. 

Memanfaatkan Jasa Profesional

Bagaimana dengan bagian ruangan lainnya? Misalnya dinding, dan perabot besar lain seperti meja? Jasa penyedot debu dan tungau premium Hydroclean memiliki layanan baru bernama Micro-Tech Ray. Layanan ini dapat membunuh kuman dan mikro organisme berbahaya lainnya dengan efektivitas 99,99% melalui teknologi penyinaran dengan sinar ozon. 

Kita bisa memanfaatkan jasa-jasa tersebut untuk membersihkan ruangan yang telah kering pasca terpapar air banjir. Kebersihan dan kesehatan perabot dan rumah pun terjamin.

Jenis Gorden Apa yang Cocok untuk Ruanganmu?

Tiap rumah rasanya tidak lengkap tanpa gorden yang menutupi jendela-jendelanya.  Gorden umumnya berfungsi untuk menjaga privasi orang yang berada di dalam rumah dengan menutupi jendela. Lalu, mengapa ada jenis-jenis gorden yang perlu kita ketahui?

Ternyata, jenis gorden yang berbeda juga memiliki fungsi yang berbeda, di samping fungsi utama sebagai penutup jendela terutama di malam hari. Misalnya mengatur intensitas cahaya dari luar ke dalam rumah, atau sebagai dekorasi interior rumah.

Memilih jenis gorden yang tidak tepat membuat gorden tidak berfungsi sesuai kebutuhan ruangan. Jenis gorden dengan kain berbahan tebal dan bercorak dekoratif tentu kurang cocok untuk dipasang di ruangan yang membutuhkan banyak intensitas cahaya karena kain tebal menghalangi masuknya cahaya ke dalam.

Ada beberapa jenis gorden yang bisa dipilih untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya ruangan:

  • Tipe Eyelet

Tipe gorden ini memiliki ciri berupa adanya ring-ring besi di bagian atas kainnya yang berfungsi menggantungkan gorden pada batang jendela. Karenanya, biasanya kain yang digunakan adalah kain ringan. Ring-ring besi tersebut berfungsi agar kain gorden mudah digeser. Tipe gorden ini bisa diterapkan di kamar tidur anak.

  • Tipe Sheer

Tipe sheer ini biasanya memiliki warna putih atau bermotif halus dari bahan voile. Bahan kain tipe ini biasanya berupa kain tipis sehingga cahaya matahari atau lampu jalan bisa lebih mudah masuk ke ruangan melalui jendela. Karena sifatnya tersebut, tipe ini juga sering dijadikan pelapis gorden jendela tipe lain, dan cocok diaplikasikan di ruang mana pun yang membutuhkan banyak cahaya dari luar. 

  • Tipe Draperies

Pernah melihat gorden-gorden tebal bergelombang dengan motif bercorak yang cantik? Tipe gorden demikian dinamakan tipe draperies. Biasanya tipe gorden ini digunakan sebagai dekorasi ruangan agar lebih menarik. Karena ciri-cirinya tersebut, tipe ini dapat berfungsi sebagai thermal curtain yang membuat suhu ruangan lebih hangat dan juga meredam suara serta menghalangi cahaya dari luar untuk masuk. 

  • Tipe Scarves

Seperti namanya, tipe gorden ini tampilannya seperti scarf yang biasa dipakai di leher atau di kepala. Cara memasangnya juga mirip, dan paling mudah, yaitu dengan dililitkan sesuai kreasi di batang jendela. Ini karena gorden tipe scarves tidak memiliki tempat menggantung seperti ring dan hanya berupa kain halus. Biasa dipakai sebagai akses untuk gorden utama. 

  • Tipe Rod Pocket

Gorden jenis ini juga sering ditemukan. Pada bagian atasnya terdapat keliman atau jahitan sebagai lorong untuk menggantung pada batang jendela. Ciri tersebut membuat tipe gorden ini biasanya terbuat dari kain ringan, sekaligus juga tidak fleksibel untuk digeser seperti tipe gorden eyelet. Tipe gorden ini sebaiknya dipakai untuk ruangan yang jarang digunakan atau sebagai pembatas. 

Demikian beberapa referensi jenis kain gorden. Yuk kenali jenis gorden yang sesuai agar tidak mengurangi fungsi dan estetika ruangan. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan kain gorden secara rutin. Sesekali gunakanlah jasa vacum debu dan tungau profesional yang mampu mengangkat kotoran dalam gorden hingga ke serat-serat terdalam. 

Keberadaan Tungau Bisa Dilacak dari Tanda-Tanda Ini

Keberadaan tungau sebenarnya tidak berbahaya secara umum. Mereka tidak menggigit manusia, namun mereka termasuk mikro organisme parasit yang memakan sisa-sisa kulit mati manusia. Selain itu, bagi penderita jenis alergi seperti asma dan ruam kulit, kotoran tungau adalah sumber alergen tersebut. Keberadaan tungau sendiri sudah menjadi musuh bebuyutan bagi mereka. 

Tungau hidup secara berkoloni di lingkungan yang lembab dan tidak bersih. Karena bentuknya yang tidak kasat mata (sekitar 0.3 milimeter), tungau dapat berkembang biak secara bebas dan dalam jumlah banyak. Kemudian mengingat sumber makanan utama mereka, tidak heran mereka akan banyak mendiami area-area lembab di sekitar rumah yang banyak bersentuhan dengan kulit manusia, misalnya kasur, sofa dan karpet!

Bayangkan terdapat mungkin sekitar jutaan hewan mikroskopik di bantal kita … wah, seram! Rasanya tidur menjadi tidak nyaman, ya. Apalagi, sekali mereka hidup di tempat tertentu, akan sulit untuk menghilangkannya bahkan dengan pestisida tertentu, malah bisa saja mereka menjadi kebal dengan bahan-bahan kimia. 

Keberadaan tungau memang tidak dapat dilihat, tapi kita bisa merasakan mereka melalui beberapa tanda-tanda. Menurut National Health Services (NHS), tanda-tanda keberadaan tungau bisa dilihat misalnya dari kulit yang mengalami kemerahan dan terasa gatal ketika kulit bersentuhan dengan perabot atau area tertentu di rumah. Biasanya bagian kulit terbuka seperti lengan dan bahu. 

Selain ditandai dengan kemerahan pada kulit, keberadaan tungau bisa dirasakan dengan ruangan yang berbau apek dan tidak sedap. Tungau aktif menghasilkan feromon yang alamiah keluar dari tubuhnya. Karena hidup berkoloni, bau yang dihasilkan pun jadi berkumpul berkali lipat hingga akhirnya mudah tercium oleh manusia. Baunya mirip seperti kaus kaki basah atau ruang ganti yang dipenuhi manusia. 

Jika sudah mengalami tanda-tanda tersebut, baiknya dijadikan peringatan bahwa ruangan dan area rumah sudah tidak lagi bersih dan harus segera dicuci atau diganti. Mari mulai memaksimalkan kegiatan bersih-bersih rumah secara rutin misalnya dengan mengganti sprei minimal sebulan sekali, memvakum karpet, tirai dan sofa seminggu sekali dan mengganti barang-barang yang sudah lama atau tidak terpakai. 

Sekali secara berkala, kita juga bisa memanfaatkan jasa vacuum debu dan tungau profesional untuk meningkatkan efektifitas kegiatan bersih-bersih dan kesehatan orang-orang di rumah. Jasa vacuum profesional yang baik tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses kerjanya, karena selain tidak baik untuk manusia, juga membuat mikro organisme makin kebal dan ganas. Mereka akan menggunakan air dan alat penyedot untuk menghisap debu dan tungau pada perabot lunak di rumah. 

Udara Lembab, Zona Nyaman Bakteri dan Virus

Saat ini, penyebaran virus corona menjadi ancaman serius bagi sebagian besar warga dunia. Bagaimana tidak, virus penyebab penyakit Wuhan Pneumonia yang awalnya terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 31 Desember 2019 lalu tersebut telah memakan setidaknya 107 orang, seperti dilansir Kompas, dan 4.474 orang positif terinfeksi di 16 negara berbeda. 

Pasalnya, gejala penyakit ini tidak dapat dibedakan secara jelas. Orang yang positif terinfeksi secara umum tidak menunjukkan perubahan yang mencolok. Bahkan, hampir menyerupai gejala flu biasa, yaitu demam disertai batuk. Inilah yang membuat penyebarannya kian rentan, karena gejalanya yang tidak jelas membuat orang biasa tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi, meskipun pada kasus wabah corona, 

Namun selain gejala yang ditimbulkan, kesamaan diantara penyakit dari virus corona dan penyakit flu biasa adalah bahwa keduanya disebabkan oleh virus. Untuk itu, sangat penting memproteksi diri dari risiko terpapar virus. Perlu diketahui bahwa virus, bakteri dan tungau senang tinggal di lingkungan dengan tingkat kelembaban tinggi. 

Tempat tinggal juga sangat mempengaruhi kondisi kesehatan kita. Meskipun kondisi lingkungan sekitar nampak bersih, namun ruangan yang lembab, kurang pencahayaan sinar matahari dan kurang ventilasi untuk pertukaran udara bisa menjadi tempat yang disenangi mikroorganisme tumbuh dan berkembang, termasuk mikroorganisme virus penyebab penyakit.

Lalu seperti apa udara lembab itu? Kelembaban udara dapat dirasakan seperti udara yang pengap yang membuat kulit berkeringat. Kalau begitu, cara untuk terbebas dari kelembaban khususnya di dalam rumah pun sudah dapat ditebak, kan? 

  1. Menyalakan AC untuk mencegah kelembapan yang berlebih. Ini berguna agar jamur sulit untuk tumbuh. Ini sebabnya saat di ruangan ber-AC, kulit akan terasa kering dan terasa bersisik.
  2. Setiap ruangan di rumah Anda harus memiliki ventilasi yang baik, bahkan di kamar mandi. Ini agar pertukaran udara terjadi dengan baik dan ruangan tidak pengap.
  3. Bila tidak ada ventilasi yang memadai, bisa dilakukan dengan sering membuka jendela supaya ada sirkulasi udara. Cara ini juga bisa membuat virus “terbang” dari ruangan.
  4. Usahakan sinar matahari masuk ke rumah, karena beberapa jenis kuman tuberkulosis sangat rentan terhadap paparan sinar ultraviolet.
  5. Pertumbuhan jamur bisa dihambat dengan menggunakan cairan sabun, larutan pemutih ataupun produk lain yang dirancang untuk membunuh jamur. Cuka murni dapat menjadi alternatif dan bisa digunakan dengan diencerkan terlebih dahulu atau langsung diseka di tempat yang sangat banyak jamur.
  6. Rajinlah membersihkan rumah, terutama soft furniture seperti sofa dan karpet, dan gantilah seprai kasur secara rutin.
  7. Memperbaiki bagian rumah yang rusak karena air, misalnya pipa, atap, dan lain sebagainya sesegera mungkin untuk mencegah tempat di sekitarnya menjadi sarang kuman.
  8. Menggunakan jasa pembersih tungau dan debu profesional dan terpercaya. Hydroclean, selain memiliki produk vacuum debu dan tungau untuk soft furniture, juga memiliki layanan baru bernama Microtech-Ray yang dapat membunuh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan jamur serta mensterilkan ruangan hingga efektifitas 99,9% dengan teknologi sinar ozon.

Ini Cara Memakai Masker yang Tepat, Jangan Sampai Keliru!

Bulan Januari ini dibuka dengan sejumlah berita mengejutkan. Baru-baru ini, berita mengenai wabah virus terbaru corona sedang merebak hingga ke 16 negara, mulai dari China sebagai negara asal terdeteksinya virus dengan nama lain Wuhan Pneumonia ini, kemudian Thailand, Jepang, Korea Selatan, Perancis, Australia hingga ke Indonesia. 

Tindakan pencegahan seperti pembatasan perjalanan bagi warga China dan turis dari China ke luar negeri hingga edukasi perlindungan diri oleh tenaga-tenaga kesehatan makin gencar dilakukan agar penyebaran virus bisa ditekan dan tidak ada lagi korban berjatuhan. Salah satunya dengan edukasi menggunakan masker wajah sebagai tindakan untuk meminimalisir terjangkit virus. 

Beberapa waktu lalu, pernah beredar kabar seputar masker wajah, misalnya bahwa kedua sisi masker memiliki fungsi berbeda dan bagian dalam masker dibalik ke luar jika sedang sakit. Ternyata, menurut Yunadi Aulia Desmawan selaku Manager Consumer Health Care Division PT 3M Indonesia seperti dilansir DetikHealth, hal tersebut hoax. 

Lalu bagaimana yang benar? 

Dilansir DetikHealth, menurut Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed, cara memakai masker yang benar adalah dengan meletakkan bagian keras pada masker wajah di atas atau dibagian hidung untuk meminimalisir efek kebocoran material berbahaya seperti virus ke dalam atau luar tubuh. 

Feni juga memberikan informasi mengenai bagaimana cara memakai masker yang baik dan benar, seperti di bawah ini:

  1. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memasang masker. Cucilah tangan dengan air dan sabun sebagai cara paling efektif membersihkan kuman di tangan
  2. Ketahui yang mana sisi luar masker. Jika masker memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), maka ingatlah bahwa sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Jadi pastikan sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit dan lapisan hijau yang mengarah ke luar.
  3. Selain sisi luar, ketahui pula sisi dalam masker. Biasanya sisi dalam masker ditandai dengan adanya garis kawat hidung yang agak keras.
  4. Jika masker dengan menggunakan tali: posisikan kawat hidung ke atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala bagian atas. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher.
  5. Jika masker menggunakan karet: kamu hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga. Setelah masker menggantung aman di wajah, tekan bagian kawatnya agar mengikuti lekuk hidung untuk menambahkan kerapatan masker menutup wajah. Kemudian panjangkan lekukan-lekukan masker untuk menutupi semua bagian yang perlu ditutup yaitu hidung, mulut dan dagu.

Selain menambah proteksi diri dengan masker, kebersihan lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan. Ruangan yang terlihat bersih bukan berarti higienis. Banyak partikel asing tidak kasat mata yang menempati ruangan tersebut, termasuk bakteri dan virus penyebab penyakit. 

Kalau begitu, bagaimana cara memaksimalkan perlindungan diri dari paparan virus dan bakteri di lingkungan sekitar, terutama di dalam ruangan?

Kita bisa memanfaatkan jasa pensteril ruangan dengan teknologi penyinaran sinar UV yang mampu menembus sela-sela di ruangan. Mengapa sinar UV? Menurut Jurnal Gizi Indonesia, sinar UV sangat efektif mensterilkan mikroorganisme. Hydroclean sebagai salah satu jasa pembersih tungau dan debu, memiliki layanan Microtech-Ray yang dapat mematikan bakteri, virus dan mikroorganisme lain menggunakan teknologi  sinar ozon dengan efektivitas 99,9%. 

Merawat Kebersihan Kain Gorden Ternyata Tidak Sulit

Hampir tiap rumah memiliki kain gorden untuk menutupi jendela. Apakah kegunaan gorden hanya sekedar menutup jendela? Gorden juga berfungsi melindungi privasi di dalam ruangan dari luar, lho. Selain itu, gorden dapat digunakan untuk mempercantik ruangan. Kalau gordennya bagus, ruangan jadi nampak cantik juga, bukan?

Namun karena letaknya yang terbuka, kain gorden jadi mudah terpapar debu dan kotoran. Bila tidak dibersihkan secara rutin, debu akan menumpuk di kain dan menyebabkan gangguan pernapasan bahkan memicu alergi. Apalagi jika ada anak balita di rumah. 

Ternyata tidak sedikit orang yang melewatkan kain gorden saat membersihkan rumah. Biasanya orang hanya fokus pada lantai dan perabot lantai lainnya yang sering terinjak. Padahal membersihkan kain gorden tidak sulit dan tidak perlu sering pula. Yuk, simak cara mudahnya!

1.  Kenali jenis kain gorden

Biasanya ada dua jenis kain gorden yang digunakan untuk interior rumah, yaitu bahan beludru dan chenille. Ini penting dilakukan karena masing-masing kain memiliki penanganan yang berbeda. 

Jenis kain beludru dapat dicuci seperti mencuci kain biasa. Tetapi, hindari memelintir kain beludru agar bulu-bulunya tidak rontok. Sedangkan jenis kain chenille, sebaiknya dicuci secara dry-cleaning karena bahannya akan menyusut jika terkena air. 

2. Mencuci vitrase

Gorden biasanya dilengkapi juga dengan vitrase, yaitu kain putih berbahan ringan dan tipis seperti renda dan nilon yang berfungsi menahan sinar matahari langsung dan akses visual dari luar ke dalam ruangan. 

Karena berwarna putih, vitrase menjadi mudah kusam dan kecoklatan. Ini membuat vitrase harus rutin dicuci. Dalam mencucinya pun harus dengan tangan, karena jika menggunakan mesin, khawatir serabut renda cepat rusak. 

3. Jemur di area beratap

Perlu diketahui bahwa beberapa jenis kain akan mengalami kerusakan seperti pemudaran warna jika terkena paparan sinar matahari langsung. Untuk mengatasi hal ini, jemur kain gorden di tempat jemur beratap agar sinar matahari terfilter dan tidak langsung mengenai kain. 

Selain itu, jangan menjemur gorden dengan dilipat, tapi gantung seperti halnya menggantung kain gorden ketika dipasang di batang jendela. 

4. Tidak perlu sering dicuci

Ternyata kain gorden tidak perlu sering dicuci agar warna dan kain tidak cepat rusak. Cucilah secara rutin 3-6 bulan sekali. Untuk membersihkannya, bisa dilakukan seminggu sekali menggunakan kemoceng lalu kain lembab. 

Selain itu, agar lebih praktis, membersihkan kain gorden bisa dilakukan dengan alat vacuum agar debu dan kotoran terangkat. Disarankan pula menggunakan jasa penyedot debu dan tungau profesional agar debu dan kotoran berukuran nano sekalipun dapat terangkat. 

Awas! Ini Perabot Rumah Paling Banyak Dihuni Bakteri

Saat ini, menjaga kesehatan harus menjadi prioritas setiap orang. Makin hari, makin banyak medium seperti udara di sekitar kita yang membawa bermacam material berbahaya, mulai dari bakteri, kuman dan zat-zat kimia yang berbahaya bagi tubuh kita. 

Selain dengan menjaga pola makan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup dan rutin olahraga, kebersihan lingkungan sekitar kita juga mempengaruhi kondisi kesehatan. Lingkungan yang bersih dan bebas debu tentu lebih nyaman bagi kesehatan pernapasan dan kulit. 

Nah, ada yang menarik seputar kebersihan lingkungan, khususnya lingkungan dalam rumah. Ternyata ada beberapa perabot rumah yang nampak sepele sehingga sering luput untuk dibersihkan, sehingga membuat bakteri banyak menumpuk di sana. Wah, apa saja, tuh?

1. Tempat bumbu dapur

Permukaan tempat bumbu dapur pasti jadi tempat yang paling terakhir terpikirkan untuk dibersihkan, bukan? Hal tersebut yang membuat tempat ini menjadi tempat bakteri dan kuman bertumpuk. 

Cukup bersihkan secara berkala tiap selesai makan malam dengan kain. Lalu setiap beberapa bulan, kosongkan isinya dan rendam wadah-wadahnya dengan disinfektan selama 15 menit. 

2.  Spons cuci piring

Saat membersihkan wastafel cuci piring, pernah terpikir untuk membersihkan sponsnya? Padahal, spons cuci piring akan kontak langsung dengan semua perabot makan di rumah saat mencuci, lho. Spons cuci piring sendiri mengandung 54 miliar sel bakteri yang setara dengan jumlah bakteri di kotoran manusia, berdasarkan penelitian oleh badan kesehatan AS NSF International seperti dilansir Kompas.

Cara paling efektif mensterilkan spons cuci piring dengan memanaskannya dalam keadaan basah di microwave selama dua menit saja. Cara ini dapat membunuh 99% bakteri dan spora di dalamnya. Cara lainnya adalah dengan merendamnya dalam larutan cuka selama 5 menit dan jemur di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering.

3. Talenan plastik

Pilih talenan kayu atau talenan plastik? Meski talenan plastik nampaknya praktis, ternyata struktur plastik menyebabkan permukaan talenan akan rusak saat terus menerus digunakan. Celah-celah kecil pada permukaan yang kasar menjadi tempat bersarang bakteri dan sulit dibersihkan! 

Tentu tetap bisa diatasi dengan secara rutin membersihkannya menggunakan taburan baking soda dan cuka putih, serta mengganti talenan plastik secara berkala jika permukaannya telah rusak. Namun, sebaiknya pilih talenan kayu berbahan dasar kayu pinus karena kayu pinus memiliki sifat antibakteri dan antimikroba alami.

4. Sakelar lampu kamar mandi

Sakelar lampu kamar mandi biasanya menjadi perabot pertama yang disentuh semua anggota keluarga setiap keluar dari kamar mandi. Kamar mandi, seperti yang kita ketahui, adalah tempat penuh bakteri di rumah. Menyentuh sakelar lampu kamar mandi yang tidak dibersihkan secara rutin berarti mentransfer bakteri dan kuman ke sesama anggota keluarga. 

Pernyataan ini juga didukung oleh studi yang dilakukan University of Houston seperti dilansir Kompas. 

Yuk, mulai biasakan membersihkan sakelar dengan kain kering halus secara berkala yang sudah dituang sedikit cairan alkohol. Berhati-hatilah agar cairan tidak masuk ke dalam rangkaian listrik. Setelah itu tiup atau gunakan pengering kecil agar cepat kering.

5. Karpet

Sebagian dari kita mungkin sudah menyadari bahwa karpet adalah perabot lantai yang sering terinjak sehingga tentunya banyak kotoran, bakteri dan kuman yang menumpuk di sana. Membersihkan secara berkala dengan sapu lidi saja tidak cukup, lho. 

Permukaan karpet yang memiliki struktur membuat banyak sekali celah untuk ditinggali tungau, virus, bakteri dan zat-zat alergen. Untuk mengeluarkan semua kotoran di dalam karpet haruslah di-vacuum tiap minggu dan cuci karpet paling tidak tiap enam bulan sekali. 

Kita juga bisa memanfaatkan jasa vacuum debu dan tungau profesional agar kebersihan karpet makin terjamin dan aman untuk disinggahi semua anggota keluarga. Pastikan pula alat vacuum yang digunakan aman dari zat-zat kimia agar residunya tidak tertinggal di permukaan karpet.